Ramadan, Stok Ikan Di Kota Palembang Dipastikan Cukup

Jumat, 01 Juni 2018 – 05:16 WIB
Hasil tangkapan ikan nelayan. Ilustrasi. Foto dok Humas KKP

jpnn.com, PALEMBANG - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan stok ikan di Kota Palembang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Ramadan sampai Lebaran mendatang.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, usai mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI di pasar Lemabang, Kota Palembang, Rabu (30/5).

BACA JUGA: Dua Kapal Perikanan Berbendera Vietnam Ditangkap di Riau

"Kami ingin pastikan bahwa stok ikan konsumsi ini bisa mencukupi kebutuhan dan tentunya memastikan harga stabil sesuai daya beli masyarakat. Kota Palembang merupakan kota besar dengan jumlah penduduk mencapai lebih kurang 1,8 juta jiwa dan dianggap bisa mewakili kondisi ketersediaan stok ikan secara umum di wilayah Sumatera Selatan," jelas Slamet.

Menurut Slamet, selama berinteraksi langsung dengan pedagang ikan, memang ada kenaikan harga pada kisaran Rp. 2.000,- sampai dengan Rp. 3.000,-per kg khusus untuk ikan laut.

BACA JUGA: Upah Seret, Pekerja Proyek Kampus KKP Nekat Makan Biawak

Kenaikan ini disebabkan karena ikan laut lebih banyak didatangkan dari wilayah Jakarta, Lampung dan Bengkulu.

Namun, berdasarkan pengakuan pedagangan kenaikan tersebut masih wajar dan bisa terjangkau. Sedangkan untuk ikan air tawar tidak ada kenaikan harga, karena ikan lebih banyak disuplai dari Palembang dan daerah lain di Sumatera Selatan seperti Kabupaten Ogan Komeling Ilir, Musirawas, Oku Timur dan Musi Banyuasin.

BACA JUGA: Menteri Susi Soroti Penguatan Modal dan Pemasaran

"Stabilisasi pangan berbasis ikan utamanya sepanjang Ramadhan menjadi mutlak, oleh karenanya monitoring secara rutin harus dilakukan untuk memastikan sistim logistik berjalan efektif. Disisi lain, kami akan mendapat gambaran bagaimana melakukan intervensi saat terjadi kondisi pasar yang fluktuatif," sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Widada menyatakan bahwa pihaknya terus memantau kondisi ketersediaan stok ikan secara real time di pasar-pasar di kota Palembang, dengan begitu ada upaya dini untuk melakukan pengendalian.

"Hampir setiap saat, kami pantau dan laporkan data ketersediaan stok ikan secara rill ke Satgas Pangan. Ini untuk mempermudah pemerintah dalam melakukan intervensi dan menjamin stabilisasi pangan," jelas Widada.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Sumatera Selatan, Ketersediaan stok ikan harian sepanjang Ramadan 2018 yakni ikan gabus 4 ton, lele 8 ton, nila 6 ton, patin 10 ton.

Sedangkan ikan laut perhari yakni sarden 4 ton, tenggiri bulat 4 ton, tenggiri papan 5 ton, tongkol 2 ton, kembung 2,5 ton.

Untuk ketersediaan ikan giling perhari ikan gabus 5 ton, kakap bulat giling 4 ton dan tenggiri papan giling 4 ton.

Sebagai perbandingan, berdasarkan data analisis neraca perikanan budidaya di Propinsi Sumatera Selatan tahun 2016, menunjukkan bahwa Propinsi ini mengalami surplus ketersediaan stok ikan khususnya hasil budidaya.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bu Susi: Kami Berpikir Jauh ke Depan untuk Nelayan


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler