Rampok Bersenpi Marak di Jambi, Polisi Giatkan Patroli

Minggu, 22 Maret 2015 – 17:17 WIB

jpnn.com - JAMBI - Kasus perampokan maki marak di Kota Jambi. Perampok menyasar berbagai kalangan, mulai dari kontrakan mahasiswa, hingga  pedagang telur.

Modusnya yang digunakan pelaku perampokan pun hampir sama, yakni menggancam korban dengan senjata api. Setelah itu, pelaku menggaruk barang dan uang korban.

BACA JUGA: “Saya yang Memaksa Istri Minum Air Keras”

Karenanya, polisi pun akan menggencarkan razia dan patroli di lapangan demi menekan tingkat perampokan. “Aparat akan melakukan razia dan meningkatkan kegiatan patroli di lapangan,” kata Wakasatreskrim Polresta Jambi, AKP Deni Mulyadi seperti dikutip Jambi Ekspres.

Namun demikian Deni juga mengharapkan peran serta masyarakat dalam menekan tindak kriminal. Cara adalah dengan meminimalisir tindakan yang dapat memancing datangnya para pelaku perampokan.

BACA JUGA: Menpora Kutuk Serangan Puluhan Brimob di Wisma Atlet Kaltim

“Untuk mahasiswa misalnya, ya jangan menggunakan barang-barang mewah, jangan memasukkan orang-orang yang tidak dikenal ke dalam kos-kosannya,” imbaunya.

Sejauh ini, polisi belum bisa memastikan pelaku perampokan, apakah memang sindikat jaringan lintas provinsi atau pemain lokal saja. “Kita belum bisa menduga-duga, namun kita berupaya maksimal untuk segera melakukan penangkapan terhadap para pelaku,” katanya.

BACA JUGA: Polisi Tembak Pelaku Curat dan 2 Penadah Motor Curian

Sedangkan praktisi hukum dari Pusat Advokasi Hukum dan HAM Jambi, Wajdi SH mengatakan, maraknya tindak kriminal bisa jadi disebabkan semakinkurangnya rasa kepedulian sesama anggita masyarakat. “Mereka tidak peduli dengan lingkungan sekitar, sehingga, perampokan bisa terjadi di siang hari, di tempat yang cukup padat penduduknya,” ungkapnya.

Karenanya Wajdi mengatakan, masyarakat tidak bisa selalu mengandalkan aparat Kepolisian. Sebab, aparat juga memiliki keterbatasan.

Karenanya, salah satu cara mengurangi tindak kejahatan adalah dengan meningkatkan sistem keamanan yang digalakkan oleh masyarakat itu sendiri. “Seperti siskamling, saat ini sudah jarang dilakukan oleh masyarakat,” jelasnya.

Namun Wajdi juga mengkritik kurang tanggapnya aparat kepolisian terhadap gejala kriminalitas di masyarakat. “Polisi sebagai pengayom, harus punya sikap yang cepat, quick respond, segera tangkap dan diadili pelakunya. Agar ada efek jera dan tidak terjadi kasus yang sama,” pintanya.(wne/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Puluhan Brimob Serang Asrama Atlet, Ini Kata Mabes Polri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler