Rata-rata Penyaluran Minyak Goreng Curah Bertambah, Kok Masih Langka?

Jumat, 08 April 2022 – 16:14 WIB
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat rata-rata penyaluran minyak goreng curah per Maret -April 2022 bertambah 800 ton per hari. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat rata-rata penyaluran minyak goreng curah per Maret -April 2022 bertambah 800 ton per hari.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sebanyak 75 industri minyak goreng sawit terlibat dalam program pemerintah.

BACA JUGA: Promo JSM Hypermart, Harga Minyak Goreng Tropical hingga Bimoli Murah Bun!

Mereka berkontribusi dalam mendistribusikan minyak goreng curah bersubsidi bagi masyarakat.

Hal itu sesuai amanat Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Penyediaan Minyak Goreng Curah untuk Kebutuhan Masyarakat, Usaha Mikro, dan Usaha Kecil dalam Kerangka Pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

BACA JUGA: Bagikan BLT Minyak Goreng, Jokowi Tunjukkan Gestur 3 Jari

“Jadi, mereka wajib memproduksi dan mendistribusikan minyak goreng curah kepada masyarakat, tanpa terkecuali," ujar Menperin.

Saat ini, lanjut Menperin, 55 dari 75 perusahaan industri peserta program telah mulai memproduksi minyak goreng curah bersubsidi.

BACA JUGA: Kelangkaan Minyak Goreng Masih Ada, Pak Mendag Mana Janjimu?

Sebagian perusahaan mampu memenuhi jumlah yang ditargetkan. Namun sebagian lain masih jauh dari harapan.

Untuk itu, Menperin melakukan berbagai upaya pembinaan dan pengawasan dilakukan agar perusahaan industri memenuhi komitmen mereka untuk menyalurkan minyak goreng sawit curah dalam jumlah yang ditargetkan.

Dalam hal ini, Kemenperin menginisiasi penggunaan teknologi informasi yang dinamakan Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH).

Tujuannya agar mempermudah pelaku industri sekaligus untuk menjaga transparansi dan akutabilitas kepada masyarakat sehingga tercipta good governance.

Berdasrkan data rekapitulasi SIMIRAH per 7 April 2022 pukul 17.00 WIB menyatakan pada Maret 2022, total MGC bersubsidi yang telah disalurkan oleh perusahaan peserta program sebesar 63.916 ton selama 14 hari, atau rata-rata distribusi mencapai 4.640 ton per hari.

Dengan total kebutuhan nasional mencapai 78.294 ton per 14 hari, maka realisasi distribusi secara nasional telah menyentuh angka 81,6.

Data juga menunjukkan kinerja distribusi naik di bulan April menjadi 5.424 ton per hari.

Artinya, telah terjadi kenaikan penyaluran MGC sebesar rata-rata 800 Ton per hari, atau meningkat 16 persen bila dibanding penyaluran Maret. (mcr28/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengamat: BLT Minyak Goreng Meninabobokan Rakyat


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler