Ratusan Napi Pelarian dari Sialang Bungkuk Masih Berkeliaram

Kamis, 20 Juli 2017 – 03:45 WIB
Ilustrasi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, PEKANBARU - Sebanyak 132 orang narapidana dan tahanan Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenyanan Raya. Mereka belum berhasil ditangkap pasca kabur massal yang terjadi di Rutan tersebut, Jum'at (5/5) lalu.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK MH mengatakan, berdasarkan data terbaru napi dan tahanan yang kabur beberapa waktu lalu sebanyak 473 orang.

BACA JUGA: Dua Bulan Hidup Tak Tenang, Eman Putuskan Kembali Huni Rutan Sialang Bungkuk

Namun 341 orang telah berhasil ditangkap maupun menyerahkan diri. "Saat ini masih ada 132 napi yang masih berada diluar," ujar Kombes Pol Susanto, kepada Riau Pos (Jawa Pos Group), Rabu (19/7) kemarin

Terhadap napi yang masih berada diluar sebut pria yang akrab disapa Santo itu, pihaknya masih melakukan pengejaran dan memburu napi. "Tim yang sudah kita bentuk masih melakukan pengejaran dan pemburuan," ungkapnya

BACA JUGA: Dua Napi Nusakambangan Kabur, Yasonna: Kami Kejar Terus

Sambung Kapolresta Pekanbaru, pihaknya meminta para napi dan tahanan yang masih berada diluar untuk segera menyerahkan diri. Selain itu, dia juga meminta kerjasama pihak keluarga menginformasikan keberadaan para napi.

"Kita minta mereka menyerahkan diri," pinta Santo

BACA JUGA: Turun dari Pesawat, Dua Napi Asing Ini Digiring ke Tahanan Mako Brimob

Dijelaskan dia, pada Sabtu (15/7) lalu, pihak membackup Kementrian Hukum dan Ham (Menkumham) dalam pemindahan sebanyak 58 tahanan, guna pemulihan keamanan Rutan Sialang Bungkuk.

"Waktu pemindahan memang ada sedikit kerusuhan, tapi sudah bisa diatasi. Kini kondisi Rutan telah dalam kondisi kondusif," paparnya

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Pekanbaru Lilik Sujandi menyebutkan, ada beberapa tuntunan dari para napi mengenai falitas Rutan yang tidak terakomodir. "Setelah diselidiki ternyta ada penyalahgunaan wewenang oleh oknum pihak Rutan sehingga terjadi pemberontakan,"sebut Lilik

Ditambahkan dia, pemberontakan itu juga terjadi akibat diskriminasi, kekerasan serta over kapasitas setiap kamar yang ditempati para narapidana. "Untuk itu kita melakukan upaya-upaya perbaikan baik sumber daya maupun sistem. Kita juga melibat masyarakat disekitar Rutan untuk ikut memantau kinerja kami," tutupnya. (*3)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Upaya Pelarian Dua Napi Asing Akhirnya Terhenti di Perbatasan Timor Leste, Nih Fotonya


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler