Ratusan Penumpang KRL Jalani Tes Corona, Bagaimana Hasilnya? Semoga Baik-baik Saja

Senin, 27 April 2020 – 16:19 WIB
Ratusan penumpang KRL menjalani tes swab di Stasiun Bogor, Senin (27/4). Foto: ANTARA/HO/Pemkot Bogor

jpnn.com, BOGOR - Sekitar 350 orang penumpang kereta commuter line (KRL) menjalani tes swab di Stasiun Bogor untuk menggambarkan kondisi penumpang KRL, sekaligus mendeteksi kemungkinan penyebaran COVID-19.

Tes swab dilaksanakan oleh tim gabungan dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Labkesda Jabar, serta Dinas Kesehatan Kota Bogor, di Stasiun Bogor, Senin (27/4).

BACA JUGA: 10 PDP COVID-19 di Riau Meninggal Sebelum Hasil Tes Swab Keluar

Pegawai Stasiun Bogor dan penumpang KRL yang menjalani tes swab tampak duduk mengantre di dalam lobi stasiun, dengan jarak fisik yang sudah disesuaikan dengan aturan social distancing.

Kepala Bidang Perkeretaapian Dinas Perhubungan Provinsi Jabar Iskandar Iqbal mengatakan, tes swab terhadap 350 orang yang merupakan penumpang KRL dan pegawai stasiun Bogor bertujuan mendeteksi kemungkinan penyebaran COVID-19 di dalam KRL.

BACA JUGA: Corona Merajalela, Kok Birokrasi Tes COVID-19 Masih Berbelit?

"Dari tes swab massal ini, kami harapkan dapat menggambarkan kondisi penumpang KRL yang ada," katanya.

Menurut Iskandar, tes swab ini sangat diperlukan untuk mendeteksi adanya penyebaran COVID-19 di antara penumpang maupun petugas di dalam KRL.

BACA JUGA: Kabar Duka: Musidin Meninggal Secara Mengenaskan

"Kalau ditemukan ada yang positif, kami lakukan penanganan lebih lanjut. Tes swab yang dilakukan hari ini, kami harapkan dalam waktu 3-4 hari, sudah ada hasilnya," katanya.

Divisi Pelacakan Kontak dan Deteksi Dini Gugus Tugas Covid-19 Jawa Barat Dedi Mulyadi menambahkan, dari 350 orang yang menjalani tes swab, dibagi menjadi dua kelompok, yakni 300 penumpang KRL serta 50 pegawai stasiun yang berhubungan langsung dengan penumpang.

Dari sekitar 300 penumpang KRL, kata dia, dibagi menjadi dua kelompok lagi yakni sekitar 200 penumpang berusia 50 tahun ke atas serta 100 penumpang berusia di bawah 50 tahun.

"Kami memprioritaskan kepada penumpang berusia 50 tahun ke atas dengan pertimbangan, memiliki risiko terpapar COVID-19 lebih tinggi, apalagi yang sudah memiliki penyakit bawaan," katanya. (antara/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler