Razia Pendatang saat di Pelabuhan

Minggu, 04 September 2011 – 09:54 WIB
BALIKPAPAN- Kota Beriman yang diperkirakan akan diserbu pendatang pada saat arus balik lebaran mendatang, membuat aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama seluruh pihak terkait lainya, akan mengencarkan razia di pintu-pintu masuk Balikpapan, khususnya di kawasan Pelabuhan Semayang

Razia akan difokuskan pada pendatang yang tidak memiliki idientitas, selain tetap memonitor barang-barang bawaan pendatang, agar tidak ada pendatang yang membawa barang berbahaya masuk ke Balikpapan

BACA JUGA: Kemacetan Puncak Sampai Cianjur

“Tentu saja kita akan kerjasama dengan Polsek Semayang, dan pihak terkait lain untuk lakukan razia KTP terhadap pendatang, karena kita juga tidak ingin kecolongan dengan pendatang yang tidak jelas,” kata Kasi Ops Satpol PP Subardiono kepada Balikpapan Pos (JPNN grup).

Untuk itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PELNI, untuk meminta informasi kedatangan kapal, untuk menyesuaikan dengan rencana razia yang akan dilakukan pihaknya
Lantas, apakah pihaknya berani untuk tidak membiarkan pendatang yang benar-benar tidak memiliki idientitas untuk tidak masuk ke Balikpapan, dan memulangkannya kembali saat ada kapal yang akan berlayar ke daerah asal pendatang tersebut.

“Kalau itu memang keinginan dari Capil, kita akan dukung, dan lebih baik memang seperti itu

BACA JUGA: PNS Bolos, Kepala Dinas Disemprit

Untuk itu, razia harus dilakukan bersama tim keseluruhan, karena memang setiap tahun pasti ada pendatang yang seperti itu, tidak punya idientitas dan tidak jelas tujuannya ke Balikpapan,” ungkap Subardiono.

Lalu, bagaimana dengan pendatang yang hanya transit di Balikpapan, karena akan meneruskan perjalanannya ke kota lain seperti Samarinda, Bontang serta kota lain di Kaltim, namun saat terjaring razia tidak dapat menunjukkan idientitasnya?

“Nah, kalau ada yang seperti itu, saya juga belum bisa mutuskan akan ditindak lanjuti seperti apa, nanti akan kita koordinasikan dulu dengan Capil, apa yang harus kita lakukan, apakah tetap dipulangkan atau dipersilahkan untuk meneruskan perjalanannya, itu belum bisa saya putuskan,” pungkas dia.

Menurut pada jumlah kedatangan penduduk di tahun-tahun sebelumnya ke Balikpapan pasca lebaran, maka penduduk pendatang pasca lebaran kali ini, diperkirakan mencapai sekira 1.600 hingga 1.700 pendatang
“Kita kan punya data pendatang setiap bulan

BACA JUGA: GP Anshor Purbalingga Persoalkan Buku Cinta Nabi

Biasanya, pasca lebaran, kenaikannya dari angka normal, bisa mencapai 10 persenJika pada saat normal dirata-ratakan perbulan mencapai 1.400 sampai 1.500, maka pasca lebaran biasanya mencapai 1.700 sampai 1.800,” kata Helmi, kepada Balikpapan Pos (JPNN Grup).

Dikatakannya, Balikpapan sebagai salah satu kota metropolitan, memang menjadi salah satu kota tujuan pendatang, yang rata-rata ingin mencari pekerjaan di Balikpapan

Untuk itu, pihaknya bersama instansi terkait lain, selalu memperketat pengawasan terhadap pendatang, terutama di saat-saat jumlah kedatangan penduduk yang cukup tinggi, seperti pasca lebaran saat ini“Selama ini antisipasinya, kita lakukan razia KTP di pintu-pintu masuk terutama pelabuhan, agar jangan sampai ada penduduk yang datang ke Balikpapan, tanpa idientitas apapunKalau memang punya idientitas dan itu masih berlaku, silahkan kita tidak bisa melarang,” terangnya.

Lantas, apa tindakan yang dilakukan pihaknya, jika saat melakukan pemeriksaan terhadap pendatang, ternyata menemukan pendatang tanpa idientitas?

“Kita tindak lanjuti kalau seperti ituTidak kita perbolehkan dia (pendatang, red) keluar pelabuhan, dan kalau ada kapal dating dengan tujuan daerah asalnya, kita pulangkan kembali, jadi tidak sempat masuk, sudah kita pulangkan,” ungkapnya(ibr)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ditampung Dinsos Batam, TKI Makan Sekali Sehari


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler