Rebutan Garap Kereta Cepat, Ini Lho... Beda Proposal Tiongkok dan Jepang

Sabtu, 05 September 2015 – 05:45 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno masih enggan membocorkan negara mana yang berpeluang besar memenangkan tender proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Saat ini, Tiongkok dan Jepang tengah bersaing untuk bisa menggarap proyek tersebut.

Rini beralasan, pihaknya belum memutuskan pemenang tender proyek tersebut karena masih dalam tahap mengkaji dan menganalisa proposal dua negara tersebut. Perubahan harus dilakukan karena pemerintah meminta untuk menurunkan kecepatan KA Jakarta-Bandung.  

BACA JUGA: Hai Para Pengguna Narkoba! Perhatikan Omongan Buwas Ini

"Kami menganalisa secara mendalam dua proposal ini. Tetap kami hanya mengatakan ke mereka harus ada perbaikan sedikit. Karena harus ada kalkulasi mengenai kereta cepat yang mungkin speednya lebih rendah dari yang mereka usulkan. Kayak misalnya Tiongkok waktu itu 350 km/jam, Jepang juga sama. Jadi bagaimana kalau 250 atau 280 km/jam," ujar Rini di kantornya, Jakarta, Jumat (4/9).

Mantan menteri perindustrian ini lantas membeberkan perbedaan yang mencolok dari dua proposal kereta cepat yang Tiongkok dan Jepang telah ajukan.

BACA JUGA: Dikepung Asap, Ekonomi Makin Berat

"Proposal yang dari Jepang itu ada permintaan jaminan dari pemerintah, sedangkan proposal yang dari Tiongkok tidak ada (jaminan pemerintah). Itu perbedaan yang sangat utama, sangat penting. Kalau dari Jepang itu pinjaman diberikan kepada pemerintah, kemudian baru ke BUMN. Kalau dari Tiongkok langsung ke BUMN," tandas Rini. (chi/jpnn)

 

BACA JUGA: Rombongan Setya Novanto Harus Belajar Etika Politik

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kakak Abraham Samad jadi Tersangka, Kriminalisasi?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler