Redakan Nyeri Asam Urat dengan 4 Herbal Alami Ini

Jumat, 15 September 2023 – 07:00 WIB
Ilustrasi cuka sari apel. Foto: Ist/jpnn

jpnn.com, JAKARTA - ADA berbagai cara yang biasanya dilakukan orang untuk meredakan nyeri asam urat, seperti dengan menggunakan obat tradisional.

Namun, sebenarnya belum tentu semua obat tradisional bisa digunakan untuk mengatasi gejala asam urat.

BACA JUGA: Redakan Nyeri Asam Urat dengan Mengonsumsi 6 Makanan dan Minuman Ini

Berikut beberapa contoh obat herbal yang sudah pernah diteliti secara medis manfaatnya untuk asam urat, seperti dilansir laman Genpi.co.

1. Cuka sari apel

Keasaman cuka apel disinyalir bisa membantu mengurangi rasa sakit akibat radang sendi, termasuk asam urat.

BACA JUGA: Turunkan Berat Badan dengan 6 Herbal Alami Ini

Pasalnya, cuka bisa meningkatkan alkalinitas (kebasaan) tubuh dan memiliki sifat antiinflamasi.

Berdasarkan penelitian di Jepang pada 2010, pola makan atau makanan tertentu seperti cuka apel yang bisa meningkatkan alkalisasi urin membantu meningkatkan pembuangan asam urat (uric acid) dari tubuh.

BACA JUGA: Ini Metode Pengobatan Herbal Alami untuk Pasien Pascaoperasi Wasir

2. Biji seledri

Penelitian yang dipublikasikan di Molecular Medicine Reports pada 2019 menunjukkan bahwa ekstrak biji seledri memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang bermanfaat bagi penderita asam urat.

Penggunaan ekstrak biji seledri disebut bisa mengurangi pembengkakan di sekitar sendi akibat peradangan penyakit asam urat.

3. Brotowali

Melansir ulasan studi dari Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry pada 2017, ekstrak jus batang brotowali bisa menjadi obat herbal alami untuk asam urat.

Pasalnya, brotowali diyakini bisa membantu menetralkan peningkatan kadar asam urat dalam tubuh.

4. Tanaman jelatang

Tanaman jelatang (stinging nettle), atau dalam bahasa latin disebut sebagai urtica dioica adalah tanaman herbal yang dipercaya bisa menjadi obat tradisional untuk asam urat.

Anda mengonsumsi ekstrak tanaman jelatang dalam bentuk kapsul, tablet, teh, atau daun utuh.(genpi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Fany

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler