Regina Art Monologue Project Sampaikan Pesan Perdamaian dari Paris

Kamis, 09 November 2023 – 18:15 WIB
Karakter Lisa oleh Joane Win dalam monolog 'Cotton Candy'. Foto Dok. Regina Art Monologue Project

jpnn.com, PARIS - Pementasan Regina Art Monologue Project menyampaikan sebuah pesan perdamaian dari Paris.

Joane Win dan Wawan Sofwan tokoh utama dalam pementasan Regina Art Monologue Project berpesan agar perang dihentikan demi kemanusiaan.

BACA JUGA: Livienne Russellia Kolaborasi Bareng Hubad Gelar Bakti Sosial, Ini Kegiatannya

"Perang hanya menyebabkan penderitaan terutama bagi perempuan dan anak-anak," kata Joane Win setelah menutup sesi pementasan Regina Art Monologue Project di Paris, Perancis pada 8 November 2023.

Pementasan dua monolog itu mengusung tema perjuangan yang sama, yaitu mendapatkan keadilan, kemerdekaan, dan penghargaan terhadap martabat manusia.

BACA JUGA: Waspada, 5 Makanan Ini Bisa Menyebabkan Asam Urat Anda Kambuh Kembali

Dalam situasi dunia saat ini, penonton diajak untuk menemukan kembali arti kehidupan dan perdamaian melalui karakter Lisa oleh Joane Win dalam monolog 'Cotton Candy', lalu Bung Karno oleh Wawan Sofwan di monolog 'Besok atau Tidak Sama Sekali'.

Aksi panggung kedua aktor dalam bermonolog mendapat apresiasi dari para penonton yang hadir, di antaranya legenda teater dari Bandung Jim Adhi Limas.

BACA JUGA: Inara Rusli Sumbangkan Keuntungan Dagangan untuk Bantu Palestina

"Saya lahir pada masa Hindia Belanda dan sempat mengalami pendudukan Jepang, saat melihat Wawan Sofwan bermonolog saya sempat terharu karena seperti menyaksikan kembali Proklamasi Kemerdekaan oleh Bung Karno dan Bung Hatta," tutur Jim yang kini bermukim di Paris.

Catherine Basset, seorang dosen dari kampus Inalco Paris tertarik mengomentari Cotton Candy.

Dia mengaku sangat senang bisa melihat penampilan Joane Win.

"Saya kagum dengan aktingnya, bahkan di luar dugaan saya, bisa membuat saya paham tentang kejadian yang dialami karena ekspresinya bagus sekali." ujar Catherine.

Seniman tari dari Indonesia di Paris, Kadek Puspasari mengatakan dua monolog tersebut sangat menyentuh hatinya.

Menurutnya, ini bukan hanya pentas artistik, tetapi juga mengangkat tema memanusiakan manusia dan sejarah. Hal itu juga bisa mengobati kerinduannya kepada Indonesia.

Joane Win yang juga produser Regina Art Monologue Project berharap pementasan di Berlin, Gothenburg, Oslo, Den Haag, dan Paris ini bisa menjadi salah satu kontribusi dari seniman Indonesia untuk membangun kesadaran bersama bahwa sebagai manusia yang berbudaya, berakal budi, harus mengutamakan kemanusiaan di atas segalanya.

Sebagai informasi, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan lebih dari 60 persen korban kekerasan perang di Gaza adalah perempuan dan anak-anak.

"Ini menunjukkan realitas dunia saat ini di mana perempuan selalu menjadi korban dalam setiap konflik kekerasan." kata Menteri Retno dalam debat terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai partisipasi perempuan dalam perdamaian dan keamanan internasional di Markas PBB, New York pada 25 Oktober. (esy/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler