Rekor! Badak LNG Pertahankan 17 Tahun Tanpa LTI, Capai 125 Juta Jam Kerja Aman

Sabtu, 25 November 2023 – 15:02 WIB
Badak LNG memecahkan rekor dengan mampu mempertahankan 17 tahun tanpa lost time injury (LTI) hingga mencapai 125 juta jam kerja aman. Foto: Dokumentasi Humas Pertamina

jpnn.com, BONTANG - PT Badak LNG mencatat rekor keselamatan dengan total mencapai 125.004.162 jam kerja aman atau 17 tahun tanpa kecelakaan kerja.

Terhitung sejak 8 Desember 2006 hingga 20 November 2023, dalam menjalankan aktivitas operasionalnya, Badak LNG tidak mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan hilangnya jam kerja aman.

BACA JUGA: Pertamina Call Center 135 Raih Penghargaan di Ajang Contact Center World Global Awards 2023

Sebagai perusahaan yang bergerak di industri LNG dengan bahaya risiko tinggi, raihan ini menjadi sebuah kebanggaan yang patut disyukuri dan harus dipertahankan karena capaian ini tidak serta merta didapatkan oleh Badak LNG.

Ada jejak panjang proses transformasi yang berkelanjutan dalam membenahi penerapan keselamatan kerja.

BACA JUGA: PT Badak LNG Belajar ke Pupuk Kaltim untuk Kembangkan Program Keramba Jaring Apung

Badak LNG juga belajar dari kesalahan masa lalu, dan membuka diri terhadap best practices dengan memperhatikan kondisi internal perusahaan.

Hasilnya, secara konsisten Badak LNG terus mempertahankan jam kerja aman hingga hari ini.

BACA JUGA: Luar Biasa! Inovasi Kilang Badak LNG di Bontang Bisa Menekan Impor LPG

“Alhamdulillah, Badak LNG mencapai 125 juta jam kerja aman. Ini adalah prestasi yang harus disyukuri karena Badak LNG selama 17 tahun telah beroperasi dengan aman, tanpa kecelakaan,” ungkap Director & COO Badak LNG Teten Hadi Rustendi dalam keterangannya, Sabtu (25/11).

Keberhasilan Badak LNG dalam mempertahankan rekor selama 17 tahun tanpa kecelakaan kerja adalah cerminan dari budaya perusahaan yang menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.

Ditambah dengan keterlibatan dan dukungan penuh dari manajemen. Serta, komitmen tinggi dari seluruh pekerja.

Untuk itu, Teten mengungkapkan rasa syukurnya dengan memberikan apresiasi kepada seluruh pekerja.

“Terima kasih kepada seluruh pekerja dan mitra kerja yang telah menerapkan keselamatan kerja dengan baik, konsisten, dan juga menjadikannya sebagai kebutuhan. Capaian ini tidak mungkin didapatkan tanpa komitmen seluruh pihak," ucap Teten.

Dia juga berharap seluruh pekerja dan mitra kerja menjadikan prestasi ini sebagai motivasi lebih untuk terus menjaga lingkungan kerja yang aman.

Pada industri LNG dunia, Badak LNG telah menorehkan tinta emas sejarah pengoperasian kilang LNG yang andal dan dengan standar keselamatan yang tinggi.

Berbagai penerapan standarisasi keselamatan kerja pun dipenuhi oleh Perusahaan, seperti SMK3, ISRS, SMKM, ISO 50001:2018, ISO 45001:2018, ISO 37001:2016, ISO 14001:2015, ISO 9001:2015 dan SUPREME

Kali ini, Badak LNG memecahkan rekor dengan capaian jam kerja aman tertinggi, yakni mampu mempertahakan 17 tahun tanpa lost time injury (LTI) hingga mencapai 125 juta jam kerja aman menjadikan Badak LNG menjadi Perusahaan yang mampu menyediakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan keselamatan kerja menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjalankan bisnis dengan menerapkan aspek ESG (Environmental, Social & Governance) di semua lini bisnis.

“Pertamina komitmen dalam penerapan standar tertinggi dalam HSSE untuk menjaga kesehatan, keselamatan dan kenyamanan pekerja, serta mempersiapkan dan merespons keadaan darurat untuk mencegah kecelakaan sekecil apapun,” ujar Fadjar.

Fadjar menambahkan Pertamina juga telah mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) kedelapan, yakni melindungi hak-hak tenaga kerja dan mempromosikan lingkungan kerja yang aman dan terjamin.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian SDG’s.

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler