Rekrutmen Dosen CPNS 2018, Ada Jalur Khusus Tanpa Tes

Selasa, 20 Maret 2018 – 21:37 WIB
Asman Abnur. Foto: dok/JPG

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan formasi CPNS khusus untuk jabatan dosen. Bila biasanya, rekrutmen dosen dari jalur umum, kini ada jalur khususnya.

Jalur khusus ini menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur diperuntukkan bagi para diaspora yang ingin mengabdi pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di seluruh tanah air.

BACA JUGA: Daerah Diminta Siapkan Anggaran Diklat Prajabatan CPNS

Para diaspora ini tidak perlu melalui serangkaian tes kompetensi dasar (TKD) maupun tes kompetensi bidang (TKB) seperti diamanatkan dalam UU Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PP 11/2017 tentang Manajemen PNS. Mereka hanya akan melalui seleksi administrasi untuk diangkat menjadi CPNS.

"Diaspora ini kan mendapat fasilitas dari negara untuk sekolah di luar negeri yang dibiayai beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sayang kan kalau mereka hanya mengabdi untuk negara lain sementara karirnya sangat dibutuhkan di sini," kata MenPAN-RB Asman Abnur dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) di Kantor Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Selasa (20/3).

BACA JUGA: Demi Gelar Doktor, Ada Dosen Bersedia Bayar Sebegini

Atas dasar itu, lanjutnya, KemenPAN-RB dan Kemenristekdikti bersepakat untuk merekrut para diaspora menjadi dosen PNS lewat jalur khusus.

Mekanismenya, pemerintah akan mendata PTN mana yang butuh dosen bidang ilmu apa saja. Kemudian, diaspora yang bersedia pulang akan langsung diangkat dan disetarakan dengan lama kerjanya.

BACA JUGA: Pensiunan Dosen Ditemukan Tewas Membusuk

"Misalnya yang pengabdiannya 20 tahun disetarakan dengan golongan IV," ucap Asman.

Mengenai berapa kuotanya, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan masih menunggu usulan Kemenristeksikti. Tahun ini, jumlah PNS yang pensiun ada 220 ribu orang.

Rencananya ada 1.000 dosen yang akan direkrut tahun ini. Nantinya, dari kuota 1.000 dosen itu termasuk formasi khusus untuk diaspora.

Pada kesempatan sama Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, para diaspora ini harus didorong bisa masuk ke Indonesia dengan mudah. Apalagi bila kiprahnya di luar negeri disetarakan dengan jabatan di Indonesia.

"Kalau mereka pengalamannya di luar negeri 20 tahun, di Indonesia nanti disetarakan apa. Itu yang penting. Kalau 20 tahun dia setelah sarjana berarti dia sudah golongan empat. Itu akan jauh lebih bagus dan mendorong mereka kembali ke Indonesia," tutur Menteri Nasir.

Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti Ali Ghufron Mukti menambahkan, bila ada tawaran menarik dari pemerintah ditambah suasana Indonesia yang kondusif serta menjanjikan bisa menarik minat para diaspora pulang ke tanah air.

Karena bagaimana pun orang Indonesia yang tinggal di luar negeri akan lebih mencintai kampung halamannya.

"Sudah banyak sih diaspora yang tanya-tanya bagaimana bisa kerja di Indonesia. Mereka dari Amerika, Inggris, Rusia, dan lainnya," tandasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menristek Punya Ancaman Serius untuk Dosen dan Peneliti yang Malas Menulis


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler