Relawan Jokowi: Harus Memilih, Menteri Atau Ketum Partai

Sabtu, 16 Agustus 2014 – 00:25 WIB
Pengurus Barisan Relawan Jokowi for Presiden (Bara JP), Boni Hargens. JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Pengurus Barisan Relawan Jokowi for Presiden (Bara JP), Boni Hargens menilai sikap Ketua Umum DPP Patai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, terkesan hendak menjadikan PKB perusahaan pribadi.

Terutama atas sikap Muhaimin yang menentang rencana calon presiden terpilih Joko Widodo yang mensyaratkan menteri yang direkrut dari parpol harus melepas jabatannya dari partai.

BACA JUGA: Memaknai Tugas-tugas Kehumasan dan UU KIP

"Muhaimin tidak boleh menjadikan PKB seperti perusahaan pribadi. Kalau mau jadi ketua  umum, ya jangan menjadi menteri. Atau kalau mau jadi menteri, jangan menjadi ketum," ujarnya di Jakarta, Jumat (15/8) malam.

Seharusnya kata Boni, semua parpol koalisi termasuk PKB mendukung langkah baik Jokowi. Bukan malah sebaliknya, menentang rencana baik tersebut.

BACA JUGA: Jimly Asshiddiqie Secara Resmi Menutup Sidang DKPP

"Enggak bisa dua-duanya mau diambil. Harus pilih salah satunya (Ketua Umum Partai atau menteri)," ujarnya.

Boni meyakini sikap Muhaimin bukan sikap PKB sebagai institusi. Namun sikap secara pribadi. Pasalnya, masih banyak kader PKB yang cocok menjadi menteri tanpa melawan prinsip Jokowi-JK tersebut.

BACA JUGA: Nota Keuangan APBN 2015 tak Akomodir Anggaran Desa

"Banyak orang bagus di sana (PKB) yang berharap dan berjuang untuk masa depan partai dan bangsa," ujar pria yang juga pengamat politik dari Universitas Indonesia itu. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cecar Zulkarnaen Djabar soal Pembicaraan Panja Haji dengan Kemenag


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler