Relawan Jokowi: Konflik Palestina-Israel Bukan Urusan Agama

Sabtu, 12 Juli 2014 – 05:53 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Ratusan relawan pasangan capres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menggelar malam renungan untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina atas penyerbuan Israel di Jalur Gaza.

Acara bertajuk 'Seribu Lilin Relawan Jokowi-JK untuk Rakyat Palestina' digelar di kawasan Monumen Proklamasi, Menteng, Jakarta, Jumat (11/7) malam.

BACA JUGA: Relawan Asal RI Terluka Akibat Serangan Israel di Gaza

Hadir dalam acara tersebut aktivis Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), perwakilan relawan dari Indonesia Timur, perwakilan buruh migran, relawan Kawan Jokowi, musisi dan tokoh seperti Andre Hehanusa, Adi Kla Project, mantan Menlu Alwi Shihab, Martin Manurung, dan Fadjroel Rahman.

Ketua Panitia KH. Maman Imanulhaq dalam pencerahannya mengatakan, perjuangan rakyat Palestina sendiri tidak terkait dengan agama tetapi lebih kepada persoalan patriotisme. Yakni perjuangan mendapatkan hak merdeka penuh atas tanah yang didiami.

BACA JUGA: PBB: Serangan Israel Ke Gaza Langgar Hukum Internasional

"Sekalipun Palestina sudah merdeka dan memiliki pemerintahan sendiri, pada dasarnya Palestina tidak memiliki kemerdekaan penuh atas tanahnya. Jalur Gaza sekalipun dimiliki oleh Palestina tetapi kedaulatan udara, laut dan daratnya tetap dikuasai oleh Israel. Dan apapun alasan, penyerangan Israel terhadap penduduk Palestina merupakan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa karena mengakibatkan rakyat sipil termasuk puluhan bayi tewas," jelas Kiai Maman. 

Menurutnya, Indonesia akan selalu mendukung rakyat Palestina untuk mendapatkan kedaulatan penuh atas wilayahnya, dan mendorong rakyat Palestina mendapatkan hak-hak sipilnya. Hal ini juga merupakan komitmen Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam kampanyenya. 
 
"Rakyat Palestina meskipun hidup di atas tanahnya, mereka tidak memiliki kedaulatan, dan juga tidak memiliki hak-haknya untuk hidup. Mereka terutama yang berada di Jalur Gaza sangat bergantung hidupnya pada Israel yang sewaktu-waktu dapat memutuskan rantai kehidupan. Indonesia akan terus membantu perjuangan rakyat Palestina mendapatkan haknya," beber Maman yang juga Majelis Nasional ANBTI.

BACA JUGA: Suaka Edward Snowden Berakhir Juli

Alwi Shihab menambahkan bahwa Indonesia mengutuk keras serangan atas penduduk sipil terutama anak-anak ke Jalur Gaza oleh Israel. Indonesia akan terus berjuang dan mendukung Palestina  untuk mendapatkan hak atas kemerdekaannya. Selain itu, berdasarkan konstitusi, Indonesia secara aktif ikut dalam membangun perdamaian dunia.  

"Kejahatan kemanusiaan luar biasa yang dilakukan oleh Israel harus segera dihentikan. Tidak ada alasan Israel membunuh anak-anak dan perempuan. Indonesia tidak akan berdiam diri dalam melawan ketidakadilan," ujarnya.
 
Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro, menjelaskan bahwa refleksi atas perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan penuhnya adalah peneguhan kembali Bangsa Indonesia untuk memelihara semangat kemerdekaan 17 Agustus 1945 tanpa syarat dan menjaga kedaulatan wilayah Tanah Air dengan memberi perhatian penuh atas pulau-pulau terluar serta kekayaan alam agar tidak dikuasai asing.
 
"Cinta rakyat Indonesia kepada Palestina dan rakyatnya yang tertindas hanya dapat dilakukan dengan total jika rakyat Indonesia juga mencintai Tanah Airnya tanpa syarat. Serta tanpa membeda-bedakan agama, suku, ras, kelompok ataupun golongan," tegas Putut. (rmo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rusia Bakal Perpanjang Suaka untuk Snowden


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler