Rentan Paparan Covid-19, Penderita Kanker Payudara Masih Perlu Pakai Masker

Jumat, 28 Oktober 2022 – 12:38 WIB
Good Doctor mendonasikan 150 ribu masker bedah kepada berbagai komunitas dan yayasan kanker. Foto dok. Good Doctor

jpnn.com, JAKARTA - Kanker payudara menempati urutan pertama dari berbagai jenis penyakit kanker serta menjadi penyebab utama kematian akilbat kanker di Indonesia.

Data Globocan 2020 menyebutkan jumlah kasus baru kanker payudara di tanah air mencapai 65.858 (16,6%) dari total 396.914 kasus baru kanker. 

BACA JUGA: Cegah Kanker Payudara dengan 7 Makanan Sehat Ini

Dari jumlah itu, kematian akibat kanker payudara mencapai 22.430 jiwa.

Namun, hal itu bisa dicegah melalui deteksi sejak dini dan menghindari faktor risikonya.

BACA JUGA: Cegah Kanker Payudara dengan Mengonsumsi 6 Makanan Sehat Ini

"Dapat dideteksi pada stadium dini sehingga bila ditemukan biaya pengobatannya akan jauh lebih murah," kata Managing Director PT Good Doctor Technology Indonesia, Danu Wicaksana, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/10).

Penderita kanker payudara juga memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

BACA JUGA: Waspada Ladies, 3 Jenis Makanan Lezat Ini Memicu Kanker Payudara

Mereka termasuk kelompok yang rentan terkena Covid-19 dan menurut Breastcancer.org bakal mengalami gejala yang lebih parah dibandingkan lainnya. 

Menyadari hal itu, pada peringatan Bulan Kesadaran Kanker Payudara di seluruh dunia di Oktober ini, Good Doctor Technology Indonesia (Good Doctor) mendonasikan 150 ribu masker bedah kepada berbagai komunitas dan yayasan kanker seperti Cancer Information & Support Center, Yayasan Kanker Indonesia, dan Yayasan Kanker Payudara Indonesia. 

"Mereka masih membutuhkan masker karena pandemi belum berakhir," kata Danu.

Masker bedah (surgical mask) dipilih karena memiliki kemampuan daya saring atau filterisasi hingga 80% dan bersifat antiair.

Masker itu juga bisa melindungi seseorang dari cairan tubuh (droplets), seperti darah dan air liur serta mencegah partikel cairan yang dikeluarkan mulut agar tidak memapar ke lingkungan sekitar. 

Dia menambahka, penderita penyakit itu juga rentan Covid-19 karena beberapa terapi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko terinfeksi.

Beberapa terapi seperti kemoterapi, terapi target, dan imunoterapi bisa membuat sistem kekebalan lemah dan juga berdampak ke paru-paru. 

"Jika kekebalan lemah atau punya masalah paru-paru, risiko komplikasi serius jauh lebih tinggi saat terinfeksi virus corona," pungkasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dewa Budjana Lelang Gitar Demi Penderita Kanker Payudara, Menhub Budi Karya Beri Dukungan


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler