Reses, Politikus PKS Datangi BNN Aceh

Rabu, 30 Maret 2016 – 15:43 WIB
Anggota Komisi III DPR Muhammad Nasir Djamil. FOTO: JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Anggota Komisi III DPR Muhammad Nasir Djamil mendatangi Kepala BNN Provinsi Aceh (BNNP), Kombespol Armensyah Thay dalam kegiatan reses masa sidang III 2015-2016. Kedatangan wakil rakyat dari daerah pemilihan Aceh I ini untuk menyerap aspirasi mitra kerja sekaligus menyampaikan aspirasi masyarakat kepada BNN.

“Saya mencoba buat terobosan agar peredaran dan penggunaan narkoba di Aceh bisa ditekan. Saat ini semua pihak khawatir dengan penyalahgunaan narkoba yang sangat membahayakan keberlangsungan masa depan anak-anak muda di Aceh,” kata Nasir, dalam rilisnya, Rabu (30/2).

BACA JUGA: Ketua MPR: Ide Bagus tapi Jangan Sekarang

Dalam pertemuan dengan Kepala BNNP Aceh, Nasir memberikan saran agar bekerjasama dengan pemerintah provinsi dan semua kabupaten/kota di Aceh membentuk kurikulum pendidikan.

“Saya sarankan mereka bekerjasama untuk merancang satu kurikulum. Biar sejak dini anak-anak sudah tahu bahaya narkoba. Kurikulum tersebut dibuat untuk anak pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi," tegas politikus PKS ini.

BACA JUGA: Hai, Jangan Main Provokasi!

Untuk memudahkan penyusunan kurikulum, Nasir juga menyarankan adopsi saja yang sudah ada lalu disesuaikan dengan kearifan lokal di Aceh.

Karena itu, pria yang akrab disapa Ustad Endje ini berharap pemerintah pusat untuk serius melakukan perang terhadap peredaran narkoba.

BACA JUGA: Tolong, Data Pelanggaran HAM di Papua Meningkat

“Jangan cuma bilang Indonesia darurat narkoba tapi pada kenyataan tidak ada upaya untuk mendukung lembaga terkait untuk bekerja maksimal atau bisa dibilang setengah-setengah. Bayangkan di Aceh saja BNN hanya memiliki dua senjata. Lalu, kita selalu dihadapkan pada anggaran yang terbatas, dengan anggaran terbatas ini mereka dilapangan akan susah untuk bekerja maksimal. saya harap ini diperhatikan pemerintah," tegasnya.

Selain itu, dia juga menyikapi kerusuhan di Lapas Malarebo Bengkulu yang pada dasarnya menuntut satu perubahan mindset dari BNN dalam penanganan peredaran narkoba di Lapas.

Saat menyerap aspirasi di Lapas Klas II A Banda Aceh, Nasir mengaku saya menyampaikan bahwa harus ada perubahan dari pihak terkait termasuk BNN dalam upaya penanganan peredaran narkoba di Lapas. BNN harus melakukan pendekatan yang humanis kepada para warga binaan pada saat melakukan razia narkoba atau pencarian barang bukti di Lapas.

“Sebab warga binaan adalah manusia yang sedang bermasalah secara hukum,” katanya.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Politikus PAN Minta Presiden Hentikan Tindakan Densus 88


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler