Resesi Dongkrak Bisnis Esek-esek

Sabtu, 06 Februari 2010 – 01:10 WIB
Foto : Collegecandy
RESESI ekonomi dunia sejak 2008 lalu banyak memukul sektor industriNamun seiring resesi yang tak kunjung pulih, justru ada industri yang mengalami booming, yaitu industri seks.

Harian The Scottish Sun di Skotlandia membuat sebuah laporan tentang booming industri seks di saat krisis akhir-akhir ini

BACA JUGA: Kim Pecat Direktur Keuangan

Miliaran pondsterling berputar di bisnis esek-esek
Tahun lalu saja, kaum adam di Skotlandia menghabiskan £4,2 miliar untuk urusan esek-esek

BACA JUGA: Iran Mulai Garap Luar Angkasa

Bisa dibayangkan betapa besarnya uang itu jika dirupiahkan
Angka itu bahkan meningkat 8 persen dibanding tahun 2008.

Di Skotlandia, akibat krisis sebanyak 202 ribu orang harus bersaing untuk memperebutkan lowongan pekerjaan yang diiklankan di media

BACA JUGA: Kantor Asuransi Dibom Klien

Akibat krisis pula, semakin banyak kaum pekerja perempuan yang membolos dari tempat kerja guna mendapat penghasilan tambahan untuk membayar beragam tagihan.

Mereka bersikeras mengumpulkan uang, dan terjun menjadi bagian bisnis esek-esek itu adalah cara untuk melewati masa-masa sulit akibat resesiSampai-sampai, di Sekotlandia muncul sebutan Sexcession.

Sebut saja Kylie, wanita cantik berusia 20 tahun asal AberdeenKylie terjun menjadi lady escort di Skotlandia ketika resesi mulai menderaSebelumnya, Kylie bekerja sebagai perawat di Amerika Serikat

Ia tak berfikir apapun lagi tentang pakaian sexy, mengenakan stocking dan sepatu hak tinggi demi membayar tagihan bulananJika mendapat harga yang cocok, Kylie bahkan bersedia mengenakan seragam perawat 'nakal', atau menenteng sebuah cambuk untuk mengesankan sebagai perempuan yang dominan

"Ini terlihat glamorAku pun berfikir mengapa tak mencobanya" Seperti pekerjaan biasa, cuma anda mesti menanggalkan pakaian," ucap perempuan yang mengaku terjun ke dunia 'remang-remang' sejak usia 18 tahun.

Dengan profesi barunya itu penghasilan Kylie memang melonjakJika lagi apes, Kyle cuma mengantongi £300"Tetapi jika sedang bagus, seminggu bisa mengantongi £3,000," bebernya

Meski demikian, Kylie tetap punya cita-cita untuk bisa lepas dari bisnis esek-esek itu"Aku dan temanku akan membuka sebuah nightclub ketika resesi berakhir," harapnya.

Demikian pula dengan Claire Drummond, perempuan asal Glasgow berusia 21 tahunSebagai perawat di sebuah klinik gigi, dirinya tak sanggup membayar banyak tagihan bulananIa pun memutuskan untuk menjadi penari erotis.

Cita-citanya, ingin punya klinik gigi sendiriNamun Claire sadar bahwa dirinya tak akan mendapat pinjaman dari bank untuk mewujdkan cita-citanyaIa pun memutuskan pindah dari Glasgow ke Aberdeen dan menjadi penari si sebuah klub eksklusif bernama Private Eyes.

Di jagad remang-remang itu, Claire menggunakan nama KandiDari aksinya menari di meja bar, ia bisa mengumpulkan £1,500 dalam seminggu, atau enam kali lebih besar dari gaji bulanannya sebagai perawat.

Meski berpenghasilan tinggi, Claire tak mau terjebak dalam gaya hidup mewah dengan menghabiskan uangnya untuk membeli tas, sepatu ataupun pakaian rancangan designer kondang."Ini akan mengantarkanku menjadi yang aku inginkan dalam hidup dan aku akan punya masa depan yang lebih baik dengan melakukan ini," ujarnya

Dengan modal uang panas yang diperolehnya, Claire ingin meneruskan studinya dan menjadi ahli gigi sekaligus membuka klinik gigi sendiri"Aku melakukan ini hanya untuk uang," tandasnya

Namun claire menolak jika disebut pelacur"Saya seorang penari, bukan pelacur menyebalkan," belanyaMeski demikian ia mengaku tak peduli dengan stereotip orang-orang terhadapnya.

Sementara seorang perempuan berusia 33 tahun Glasgow lainnya, Roni Napier, melakukan hal berbeda meski tetap saja menyerempet bisnis esek-esekTahun lalu, ketika ada yang menawarinya berposes telanjang, Roni hanya menimpalinya dengan senyum

Namun resesi telah mengubahnyaRoni tak berpikir lagi tentang pose-poses seksi tanpa bra dan hanya mengenakan celana yang provokatifRoni yang menggunakan nama Carmen untuk pose seksinya, memilih menjadi model waktu luang"Aku mengenakan pakaian yang jauh lebih minim di pantai," ujarnya

Perempuan cantik berambut kecoklatan itu pun tak merasa canggung jika rekan-rekan kerjanya tahu tentang pose panasnya"Tak ada masalah dengan pekerjaan karena itu," ujarnya"Mereka baik-baik saja dan apa yang mau aku lakukan teserah dirikuJujur saja, saya tak peduli apa yang dipikirkan orang-orang yang tak aku kenal di tempat kerjaku," tandasnya

Sejak terjun menjadi model panas pada Agustus tahun lalu, Roni setidaknya mendapat job sekali dalam sebulanIa mengantongi £30 per jam, yang sering digukakan untuk mendekorasi rumahnyaPekerjaan tambahan itu juga menambah penghasilan dari kantornya yang hanya £300 per minggu.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Usulan RI Diterima Sidang PUIC


Redaktur : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler