Respons Wali Kota Balikpapan Soal Pengunduran Diri Presiden Persiba

Selasa, 09 April 2019 – 03:59 WIB
Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi. Foto: prokal

jpnn.com, BALIKPAPAN - Rahmad Mas'ud resmi mundur dari jabatannya sebagai Presiden Klub Persiba Balikpapan. Pengunduran diri tersebut, Rahmad Mas’ud sampaikan melalui sebuah surat yang dilayangkan kepada Pemkot Balikpapan, Senin (8/4).

"Hari ini Rahmad Mas'ud mundur. Dan suratnya disampaikan kepada Pemerintah Kota (Balikpapan) hari ini," kata Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi ditemui di kantor Pemkot Balikpapan.

BACA JUGA: Dituding Mempersulit Rahmad Mas’ud, Manajemen Lama Persiba Bilang Begini

Namun begitu, meski Rahmad Mas'ud telah bersurat meminta mundur, Pemkot Balikpapan tak serta-merta mengabulkan permintaan itu.

Pemkot Balikpapan, Rizal menjelaskan, akan berupaya semaksimal mungkin agar Rahmad Mas'ud mengurungkan niatnya mundur sebagai Ketum Persiba.

BACA JUGA: Bruno Casimir Dipastikan Bergabung dengan Sriwijaya FC

"Ya, nanti pemkot akan menjawab, meminta agar investor yang baru, Pak Rahmad (RM) untuk mempertimbangkan kembali niatnya itu," jelasnya.

Hal ini dilakukan karena mengingat kompetisi Liga 2 akan begulir sekitar satu bulan lagi.

BACA JUGA: Rahmad Mas’ud Mendadak Mundur dari Presiden Persiba Balikpapan

Dengan begitu, nyaris tidak mungkin jika Pemkot Balikpapan harus mencari lagi investor baru Persiba pengganti Rahmad Mas'ud.

"Karena posisi Persiba sangat kritis, karena waktunya sangat pendek kalau mau mencari investor baru lagi," terang wali kota.

Pemkot Balikpapan juga bakal mengkaji betul-betul alasan RM mengundurkan diri sebagai Ketum Persiba.

Pasalnya, menurut Rizal, alasan Rahmad Mas'ud mengundurkan diri itu tidak terlalu masuk akal.

Diketahui, alasan RM mengundurkan diri sebagai Ketum Persiba lantaran belum legalnya pengalihan pengelolan Persiba dari manajemen Perisba yang lama ke manajemen yang baru. Hal ini membuat manajemen baru Persiba kesulitan mengontrak pemain.

"Padahal dari sisi manajemen lama merasa sudah clear, tinggal pemenuhan kesepakatan tentang pembayaran Rp 500 juta, bagaian dari pembeliana saham yang Rp 5 miliar itu. Tinggal itu aja," beber Rizal.

Pun seandainya dari pihak manajemen baru Persiba tidak ingin membayar pembelian saham itu. Kata Rizal, pihak manajemen lama siap mengikhlaskan alias tidak diganti.

"Pak Syahril (Ketum Persiba yang lama) melalui Pak Muhdar (legal manajemen lama Persiba) memang menyatakan kalau itu yang menjadi persoalan dia ikhlas itu ditiadakan supaya tetap bisa dikelola Persiba. Nah, sebenarnya dari manajemen lama tidak ingin membebani dan siap nol rupiah," tegasnya.

"Saya kira tidak terlalu pas alasan itu dipakai untuk alasan pengunduran diri atau penyerahan kembali Persiba," imbuhnya. (sur/pro/one)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Seleksi Terbuka Tahap Pertama Sriwijaya FC Diikuti Ratusan Pemain Lokal


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler