Revitalisasi Teluk Benoa Akan Terapkan Filosofi Tri Hita Karana

Kamis, 28 Januari 2016 – 11:51 WIB
Ketua Yayasan Tri Hita Karana, Bali, I Gusti Ngurah Wisnu Wardana (kiri) usai menandatangani MoU dengan Direktur PT TWBI Leemarvin Lieano (kanan) di Denpasar, Bali, Kamis (28/1). FOTO: DOK.PRI

jpnn.com - DENPASAR – Rencana revitalisasi Teluk Benoa, akan menerapkan nilai Tri Hita Karana sekaligus akan dijadikan model pembangunan di Bali berbasis Tri Hita Karana.

“Ini pertama kali ada rencana pembangunan di Bali yang melibatkan Yayasan Tri Hita Karana untuk mensurvey dan mereview kesesuaian filosofi Tri Hita Karana dalam pembangunan revitalisasi Teluk Benoa,” ujar Ketua Yayasan Tri Hita Karana, Bali, I Gusti Ngurah Wisnu Wardana, saat menandatangani MoU dengan pihak PT TWBI,  di Denpasar, Bali, Kamis (28/1).

BACA JUGA: Bensin 650 Liter Terbakar, Pikap Gosong, Nih Fotonya...

Menurut Wisnu, ada tiga hal yang akan dinilai dalam proses tersebut. “Pertama aspek spiritual, ini terkait harmoni. Kedua, aspek sosial ekonomi, ini terkait dengan toleransi dan ketiga aspek palemahan, ini terkait gotong royong sesama masyarakat,” katanya.

Yayasan Tri Hita Karana merupakan lembaga independen yang netral, tidak terlibat pada pro dan kontra revitalisasi Teluk Benoa.

BACA JUGA: ISIS Palsu Bikin Geger Smansa Bali

“Bagi kami ini moment penting bagi Tri Hita Karana. Kami tidak ikut campur pada pro kontra. Penilian yang kami beri nanti memiliki dasar dan acuan. Kalau nanti hasilnya sudah sesuai nilai Tri Hita Karana, sesuai adat istiadat, mengapa ditolak? Padahal banyak pembangunan yang dilaksanakan mengabaikan Tri Hita Karana,” ungkapnya.

Wisnu berharap proses penilaian nanti berjalan sesuai konsep Tri Hita Karana. “Semoga revitalisasi Teluk Benoa sesuai Tri Hita Karana. Misalnya seper sembilan area pembangunam digunakan untuk tempat suci, seperti pura. Kalau tidak sesuai, kita minta perbaiki. Kalau tidak mau memperbaiki, baru kita tolak,” tegas Wisnu.

BACA JUGA: Wahai Para Korban Penipuan Calo CPNS, Begini Caranya Agar Uang Anda Kembali

Sementara itu, Direktur PT Tirta Wahana Bali International, Leemarvin Lieano yang juga hadir menegaskan pihaknya akan mengedepankan dan mempertahankan aspek Tri Hita Karana dalam pembangunan revitalisasi Teluk Benoa.

“Kami berkomitmen menjaga dan melestarikan nilai luhur, adat istiadat dan budaya Bali dalam pembangunan di Teluk Benoa,” katanya.

Filosofi Tri Hita Karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia. Ketiga hubungan itu meliputi hubungan denan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar dan hubungan dengan Tuhan yang saling terkait satu sama lain.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Petani Ngeluh Kurang Peralatan Panen


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler