Hari Sumpah Pemuda

RI-Timor Leste Gelar Pentas Seni dan Budaya di Perbatasan

Kamis, 26 Oktober 2017 – 17:58 WIB
Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid. Foto: Indopos/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Berbagai kegiatan diselenggarakan dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober mendatang. Salah satunya adalah kegiatan Festival Fulan Fehan di perbatasan Indonesia dan Timor Leste tepatnya beralokasi di Padang Savana Fulan Fehan Atambua, NTT, 28 Oktober mendatang.

Menurut Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, peringtan Hari Sumpah Pemuda sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada pemuda bagaimana nilai sejarah bangsa Indonesia. Karena itu, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Dirjen Kebudayaan mendukung penuh kegiatan tersebut, tentunya untuk generasi muda bangsa.

BACA JUGA: Peringati Sumpah Pemuda, FTUI Gelar Acara Untuk Negeri

“Ada banyak sekali festival-festival budaya di Indonesia, hampir di seluruh daerah di Indonesia. Festival Fulan Fehan menjadi salah satu yang menurut saya cukup baik, dengan mengangkat identitas dan kekhasan daerah. Tahun 2018, Ditjen Kebudayaan dengan platform Indonesiana akan mendorong potensi-potensi seperti ini, bekerjasama dengan berbagai pihak,” jelas Hilmar dalam keterangan pers kepada wartawan, Kamis (26/10).

Menurutnya, Pemerintah tidak ingin agar anak-anak bangsa hanya “mengenang” peristiwa besar itu, tetapi harus merenungkan dalam-dalam, betapa urgennya bagi kita, untuk menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu sarana pendidikan bagi generasi muda Rai Belu. Apalagi sejarah mencatat, alangkah panjangnya jalan menuju kemerdekaan nasional yang diperoleh bangsa kita!

BACA JUGA: Ponpes Rakha Siap Dukung Aksi Kebangsaan Lawan Radikalisme

“Banyaknya tokoh-tokoh gerakan nasionalis, komunis, dan kalangan Islam yang telah dipenjarakan dan dibuang oleh kekuasaan kolonial Belanda dan oleh tentara pendudukan Jepang,” paparnya.

Lebih Lanjut, Hilmar menjelaskan kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai jalin persahabatan antara dua negara yang sebelumnya ada di bawah naungan tanai air Indonesia. Salah satunya dengan menghadirkan tarian pentas seni dengan melibatkan 5.000 penari asal negara Timor Leste.

BACA JUGA: Peringatan HUT RI di Perbatasan Tanpa Hiburan

“Alasan lain diselenggarakan kegiatan tersebut sekaligus mempertegas persahabatan dalam balutan pentas seni dan budaya. Adapau pula kegiatan Konsep Festival Seni Budaya, yang akan dilaksanakan di Padang Sabana Fulan Fehan pada 28 Oktober 2017 mendatang, diharapkan dapat menjadi mercusuar bagi seluruh komponen bangsa ini, untuk kembali “menjahit” keretakan-keretakan yang pernah tercabik,” katanya.

Disamping itu pula berbagai kegiatan diantaranya Tournament Sepakbola Antar Pelajar Se-Kabupaten Belu, Wirasakti Off-Road, Post Tour Komodo Travel Mart, Travel Touring ke Fulan Fehan, Pantai Pasir Putih dan Pintu Batas Motaain, Lomba Memancing dan Festival Kuliner Bahari di Pantura, Atambua Culture Fashion Festival, Pameran tenun Ikat, telkshow, coching clinic, fashion show koleksi Handy Hartono dan Erwin Yuan GOR Rai Belu.

Sementara Rangkaian puncak seluruh kegiatan festival ini ditutup Pagelaran Pesona Likurai 6.000 Penari, tanggal 28 Oktober 2017, di Obyek Wisata Alam Fulan Fehan Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen. Pementasan kolaborasi 6.000 penari itu berasal dari Kabupaten Belu, Malaka dan Timor Leste serta pasukan berkuda dari Kabupaten TTU.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu mengingat pengalaman sejarah. Karena itu pula kegiatan dilaksanakan dengan cara yang berbeda di hari sebelumnya, yang bertujuan mengingatkan anak muda pentingnya Hari Sumpah Pemuda.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... HUT RI: Pesan Mendagri kepada Warga di Perbatasan Indonesia - Timor Leste


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler