Ribka Tjiptaning Dipanggil KPK terkait Kasus Korupsi, Hasto Singgung soal Kriminalisasi

Kamis, 01 Februari 2024 – 17:00 WIB
Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto berbicara kepada wartawan pada konferensi pers di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Kamis (1/2). Dalam konferensi pers tersebut Hasto menyampaikan terkait temuan dugaan pelanggaran-pelanggaran yang merugikan PDI-P dalam kontestasi Pemilu 2024. Hasto juga menyampaikan respons mengenai mundurnya Mahfud MD dari posisi Menko Polhukam saat masa kampanye Pilpres 2024. Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan tekanan menggunakan instrumen hukum makin terasa saat kader parpol berlambang Banteng moncong putih berupaya menyuarakan keadilan.

Dia berkata demikian demi menjawab pertanyaan awak media ketika melaksanakan konferensi pers di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (1/2).

BACA JUGA: Usut Kasus Korupsi di Kemenaker, KPK Panggil Ribka Tjiptaning

"Bagi PDIP ketika kami menyuarakan kebenaran begitu banyak tekanan-tekanan hukum," kata Hasto, Kamis.

Dia kemudian menyebut pada Kamis ini politikus PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

BACA JUGA: Sentil Fahri Hamzah yang Sebut Anies-Muhaimin Tersangka setelah Pilpres, Sahroni: Sadarlah!

"Nah, hari ini ada upaya kriminalisasi hukum," kata Hasto.

Ribka atau akrab disapa Mbak Ning diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan sistem proteksi TKI di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) oleh KPK pada Kamis ini.

BACA JUGA: Bendera PDIP Dilarang, Punya PSI Diizinkan, Tolong, Pak Jokowi, Keteladanan

Hasto mengatakan Mbak Ning selama ini dikenal anggota DPR RI yang vokal tentang perlunya sistem proteksi Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"Mbak Ribka Tjiptaning selalu berjuang bagaimana kita, memproteksi warga negara kita yang berjuang di luar dan sangat diperlakukan tidak adil," ungkap alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Hasto mengatakan Mbak Ning selama ini juga sudah mengkritik keras paslon nomor dua Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sehingga berujung panggilan.

"Mbak ning ini mengkritik sangat keras terhadap paslon dua, tiba-tiba muncul panggilan seperti itu. tiada hujan tiada angin," kata dia. (ast/jpnn.com)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler