Ribuan Kartu Miskin di Batam Belum Terdistribusikan

Rabu, 06 September 2017 – 10:30 WIB
Ilustrasi. Foto: dokumen JPNN

jpnn.com, BATAM - Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di Batam , Kepri, banyak yang belum didistribusikan.

Angkanya mencapai 9.747 kartu dari total kartu yang tercetak sebanyak 32.159 kartu.

BACA JUGA: Ulum dan Tati Tewas Mengenaskan Digilas Mobil Boks

Data Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam, jumlah KKS yang belum sampai ke tangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tersebut, jika dirinci yakni 357 kartu Program Keluarga Harapan (PKH) dan 9.390 beras sejahtera (rastra).

KPM di Batam sebanyak 32.493 keluarga, dari jumlah ini masih ada 334 kartu yang belum tercetak dan menunggu verifikasi.

BACA JUGA: Mike Wiluan Optimis Ekonomi Digital akan Berjaya di Batam

"Kartu ini baru diterima oleh 22.412 KPM. Sebanyak 10.233 PKH dan 12.179 rastra," papar Kepala Bidang Penanganan Orang Miskin Dinsos Batam, Abdul Malik, dalam pembukaan rapat evaluasi program bantuan pangan non tunai (BPNT) di Golden View Hotel Bengkong, Selasa (5/9)

Dia mengatakan, keadaan ini terjadi karena KPM yang bersangkutan kini tak lagi terlacak datanya, selain itu ada warga yang memiliki kartu ganda dengan nama KPM yang sama.

BACA JUGA: Alamak! Satu Keluarga Tertangkap Basah Mencuri Tas

"Tak terlacak karena pindah, ada juga yang kartu yang dobel," imbuhnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meminta dinas-dinas terkait dapat menyelesaikan persoalan ini. Termasuk kemungkinan mengganti KPM yang tak lagi terlacak dengan KPM baru. "Saya susah payah cari bantuan. Ini sudah ada depan mata, kok tidak kita selesaikan," kata Rudi.

Dia mengungkapkan, pihaknya akan menggelar rapat terkait hal ini 19 September mendatang. Sembari menunggu waktu rapat ini, ia memebri waktu Camat, lurah hingga Dinsos menyelesaikan data tersebut.

"Apa penyebabnya kita harus tahu," pungkas Rudi. (cr13)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sita Puluhan Ribu HP Ilegal, Kinerja Bea Cukai Kepri Diapresiasi


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler