Ribuan PNS BKKBN Waswas Tukin Februari Belum Cair, Pak Putut Beri Penjelasan

Rabu, 16 Maret 2022 – 14:34 WIB
Tunjangan kinerja (tukin) PNS belum cair. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ribuan PNS Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) baik pusat maupun daerah waswas tunjangan kinerja (tukin) Februari 2022 tidak cair. Pasalnya, hingga pertengahan Maret ini belum ada tanda-tanda pencairan tukin.

Tahu para PNS galau, Karo Umum dan Humas BKKBN Putut Riyatno memberikan klarifikasi. Dia menegaskan tukin tetap akan dibayarkan, tetapi agak terlambat.

BACA JUGA: Kabar Gembira dari Gus Yaqut soal Tukin Guru & Pengawas PAI, Alhamdulillah

"Bukan terancam tidak cair ya, tetapi agak terlambat," tegasnya kepada JPNN.com, Selasa (15/3).

Putut Riyatno mengatakan untuk mencairkan tukin perlu cross check data melalui presensi dan SIVIKA.

BACA JUGA: Informasi Penting soal Pencairan Tunjangan Kinerja PNS, Mohon Bersabar

Kedua aplikasi tersebut sebagai dasar penghitungan tukin secara online. Di satu sisi server-nya rusak dan masih dalam perbaikan.

Putut Riyatno mengungkapkan, sudah ada rapat koordinasi antara Biro SDM, Biro Hukum dan Organisasi, Biro Umum dan Humas, Direktorat Informasi dan Data serta Inspektorat wilayah.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Guru-Guru Lega, Gaji PPPK Setara PNS dan Tunjangan Pun Wow!

"Kesimpulannya, tukin akan dibayarkan dengan penghitungan secara manual sambil menunggu perbaikan server, tetapi memang agak terlambat karena pegawai yang akan dihitung ribuan orang," paparnya.

Putut pun mengimbau para pegawai BKKBN tidak usah menduga-duga terlalu jauh, apalagi sampai berpikir tukin Februari terancam tidak dicairkan. Sebab, BKKBN tetap konsisten memberikan hak-hak pegawai, salah satunya membayar tukin pegawainya.

Saat ini sedang dilakukan penghitungan secara manual sambil menunggu perbaikan server yang rusak.

Dia menegaskan, pihaknya tengah menunggu hasil penghitungan Biro SDM. Biro Umum dan Humas prinsipnya siap membayarkan kapan saja. Asalkan datanya sudah ada dari Biro SDM.

"Jadi, enggak benar ya kalau enggak dicairkan," jelas Putut Riyatno. (esy/jpnn)


Redaktur : Djainab Natalia Saroh
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler