Ribuan Umat Katolik Serbu Kota Ambon untuk Pesparani

Kamis, 25 Oktober 2018 – 19:23 WIB
Umat Katolik seluruh Indonesia datang ke Ambon untuk kegiatan Pesparani. Foto: Natalia

jpnn.com, AMBON - Ribuan umat Katolik perwakilan paduan suara seluruh Indonesia berbondong-bondong datang ke Kota Ambon sepekan ini. 

Mereka datang untuk menghadiri Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani). Ini adalah perhelatan lomba paduan suara umat Katolik yang pertama kali secara nasional.

BACA JUGA: Terseret Skandal Cabul, Uskup Agung Adelaide Lengser

Provinsi Maluku menjadi tempat penyelenggaraan. Kegiatan yang diikuti oleh utusan dari 34 provinsi ini akan berlangsung mulai 27 Oktober hingga 2 November 2018.

Setiap utusan yang datang telah melalui proses panjang seleksi untuk menjadi wakil dari provinsi masing-masing.

BACA JUGA: Gereja Tidak Keluarkan Aturan Pakaian Umat untuk Paskah 2018

Untuk menyelenggarakan Pesparani tingkat nasional dibentuk organisasi pelaksana bernama Lembaga Pembinaan, Pengembangan, Pesparani Katolik Nasional (LP3KN).

LP3KN adalah lembaga yang direstui oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan difasilitasi oleh pemerintah.

BACA JUGA: Pemuda Sumsel Komitmen Menjaga Kerukunan Beragama

 

"Diperkirakan jumlah peserta kontingen dari 34 provinsi sekitar 7.500 orang. Tapi jumlah id card yang dikeluarkan sekretariat sudah capai 11.662," ujar Juru Bicara Humas LP3KN A. Bobby Pr.

Dari pantauan JPNN, malam ini telah tiba rombongan dari Sulawesi Selatan. Mereka disambut meriah warga Ambon di Bandara Pattimura.

Alunan musik khas Ambon mengalun di bandara tersebut menyambut tamu peserta dari seluruh Indonesia.

Tak mau ketinggalan, para peserta yang bersuara merdu pun ikut bernyanyi bersama di ruang tunggu bandara. Riuh dan penuh kekeluargaan mereka bernyanyi dan berjoget bersama.

Paduan suara ini sendiri merupakan bagian yang tak terlepaskan dari liturgi ibadah agama Katolik.

Berbagai perlombaan pun kerap diadakan di tingkat keuskupan. Namun, untuk tingkat nasional baru kali ini akan diadakan.

Gagasan pesta paduan suara tingkat nasional mulai muncul setelah diadakan Pesparani di Aru, Maluku Tenggara pada 2014 lalu.

Dalam cara tersebut masyarakat Maluku, baik yang Katolik dan non-Katolik, mencetuskan ‘Deklarasi Aru’ yang meminta agar segera dikeluarkan sebuah payung hukum untuk mengadakan PESPARANI tingkat nasional.

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Katolik menyambut baik usulan ini. Terlebih gagasan ini mendapat dukungan dari umat Katolik berbagai daerah.

Usulan ini kemudian mendapat payung hukum dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Agama pada 26 Agustus 2016 No. 35 tentang Lembaga Pembinaan, Pengembangan, PESPARANI Katolik (LP3K).

Dalam struktur LP3KN, terdapat kehadiran beberapa pastor yang menjadi pejabat KWI, pejabat dari jajaran Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama dan sejumlah awam yg diangkat oleh KWI.

Sebagai ketuanya adalah Adrianus Meliala. Sementara di tingkat provinsi dibentuk LP3KD. 

Bila umat Katolik baru pertama kalinya mengadakan kegiatan seperti ini. Umat Islam dan Protestan sudah lebih dulu mengadakan MTQ dan PESPARAWI.

MTQ Nasional adalah festival umat Islam di Indonesia yang diadakan sejak 1968. Sementara PESPARAWI Nasional merupakan peristiwa keagamaan umat Protestan yang diadakan sejak 1983.

"Sementara PESPARANI Nasional baru akan diadakan pertama kali pada tahun ini. Peluncuran acara ini telah dilakukan di Ambon pada 9 Juni 2019," imbuh Bobby. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... LP3KN Gelar Rakornas Jelang PESPARANI 2018


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler