Ricuh Mediasi di Kemendagri, Ini Versi Ahok

Kamis, 05 Maret 2015 – 18:23 WIB
Ricuh Mediasi di Kemendagri, Ini Versi Ahok. Foto JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menceritakan suasana rapat mediasi dengan DPRD DKI Jakarta, Kamis (5/3). Rapat itu berlangsung di Kementerian Dalam Negeri yang berujung ricuh.

Ahok diberi kesempatan untuk menyampaikan closing statement. ‎Belum sempat mantan Bupati Belitung Timur itu memberikan pernyataan penutup, Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana atau Lulung sudah memotong.

BACA JUGA: Ahok Emosi, Anggota Dewan Memaki-maki

Kata Ahok, Lulung yang memotong omongannya mengatakan ‎DPRD DKI mendukung sistem e-budgeting. Ia juga dianggap tidak adil dan berbuat diskriminasi. Salah satu alasan Lulung kata dia, ‎hanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI versi Pemprov DKI saja yang dimasukan.

"Makanya saya bilang salah Haji Lulung, karena saya memang perintahkan SKPD enggak boleh memasukan yang bukan pembahasan SKPD dan DPRD," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (5/3).

BACA JUGA: Diwawancarai Wartawan, Wali Kota Jakbar Malah Buang Rokok Lalu Kabur

Setelah itu, sambung Ahok, Lulung protes soal pengumpulan lurah camat untuk mengisi angket terkait APBD DKI kemarin (4/3). Lurah dan camat disuruh memilih apakah memasukan anggaran sesuai dengan versi Pemprov atau DPRD DKI.

"Dia juga marah pada kita karena kumpulin SKPD tanda tangan mana yang sah dan tidak sah. Ya saya kan mesti tanya dong mana yang bohong benar enggak," ujar Ahok.

BACA JUGA: Anak Buah Tjahjo Bantah Ahok Marah-marah

Dalam rapat itu, Ahok mengaku iseng kepada Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi. Ia menanyakan kepada Anas soal pengadaan unit uninterruptible power supply (UPS) di Jakarta Barat. Pasalnya, Ahok menemukan ada kecurangan terkait pengadaan UPS.

"Eh Pak Wali, kamu kenapa anggarkan 4,2 miliar per kelurahan. Kamu jawab sekarang pengadaan UPS itu hasil kamu bahas masukin dengan DPRD atau dengan kita," tuturnya.

Pada saat itu, Ahok mengatakan, anggota DPRD panik dan marah-marah. ‎Dalam kondisi itu, Ahok akhirnya disarankan oleh pihak keamanan Kemendagri untuk turun lewat pintu belakang.

"Anggota DPRD panik, marah-marah. Saya sih sudah mau turun aja, tapi keamanan Kemendagri bilang sebaiknya bapak lewat belakang," ucap Ahok.

Ahok menyatakan Anas sudah membuat pernyataan bahwa dia tidak pernah menganggarkan pengadaan UPS. ‎"Aku cuma sengaja mau kerjain Wali Kota, dia mah sudah bikin pernyataan. Dia bilang 'gila apa menganggarkan UPS sampai Rp 4,5 miliar, lebih baik rehab kelurahan'," ujarnya.

‎Ahok mengaku akan membagikan video mengenai suasana rapat mediasi di Kemendagri. Video tersebut diunggah di Youtube. "Kita bagikan video suasana rapat di sana," tandasnya. ‎(gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Suara Ahok Lantang, DPRD DKI Meradang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler