PALEMBANG - Mimpi timnas Indonesia untuk menembus pentas olimpiade sulit terwujudHal itu seiring dengan kekalahan telak 1-3 yang ditelan timnas U-23 saat meladeni Turkmenistan di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Pelembang, tadi malam
BACA JUGA: Revolusi PSSI, Bukan Cuma Turunkan Nurdin
Kekalahan tersebut membuat langkah pasukan Garuda Muda ke babak kualifikasi zona Asia sangat berat
BACA JUGA: Inter Ditekuk Bayern 0-1 di San Siro
Namun, perjuangan ekstrakeras harus dilakoni pada laga kedua di kandang Turkmenistan pada 9 Maret nantiBertanding di hadapan sekitar 20 ribu penonton, performa para penggawa Indonesia sebenarnya menjanjikan
BACA JUGA: Dominasi Pembalap Honda Berlanjut
Mereka bahkan berada di atas angin setelah unggul dulu lewat gol Titus Bonai saat pertandingan baru berjalan 13 menitTetapi, keunggulan itu tak bertahan lama.Pada menit ke-16, kapten Turkmenistan Amanov Arslanmyrat berhasil membobol gawang Kurnia Meiga lewat tendangan bebasSkor imbang 1-1 bertahan hingga turun minumDi babak kedua, tim tamu menambah dua gol lewat aksi Alexander Bolian pada menit ke-80 dan Vahyt (85')
Setelah laga, pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl mengatakan bahwa kekalahan timnya lebih banyak disebabkan seringnya pemain membuat kesalahan individu"Secara tim, pemain tampil bagusTetapi, secara individu pemain kerap membuat kesalahan yang membuat lawan bisa mencetak gol," ujar Riedl
"Secara keseluruhan, pertandingan berjalan menarik dan ketat," lanjut diaPelatih asal Austria itu menilai, timnya banyak menciptakan peluangKarena itu, tidak seharusnya Yongki Aribowo dkk kalahMenurut Riedl, timnya selayaknya mendapatkan poin dari laga tersebut"Tetapi, tim tidak pantas untuk menang dengan penampilan seperti ini," cetusnya
Melihat permainan lawan, Riedl menilai bahwa skuad Merah Putih memang belum saatnya bersaing di level Asia"Untuk saat ini, seharusnya Indonesia fokus dulu di level Asia Tenggara," tuturnya
Ya, permainan timnas U-23 memang kalah kelas oleh TurkmenistanBisa jadi itu disebabkan Green Man -julukan Turkmenistan- sudah lama dibentukMereka terbentuk beberapa bulan sebelum tampil di Asian Games 2010 Guangzhou, Tiongkok, November tahun laluSedangkan timnas Indonesia baru terbentuk sekitar sebulan terakhir.
Perbedaan kualitas itu terlihat jelas di lapanganAmanov Arslanmyrat dkk tampil begitu tenang dan mampu mengatur irama permainan dengan baikSebaliknya, Yongky Aribowo dkk sering melakukan kesalahan mendasarMereka juga terlihat sering tergesa-gesa dalam mengalirkan bola
Mental bermain juga masih payahBuktinya, begitu lawan unggul, permainan langsung drop sehingga memudahkan lawan untuk mencetak gol tambahan"Leg kedua nanti sudah pasti sangat beratTetapi, kesempatan masih ada dan kita akan bekerja ektrakeras," tegas Riedl
Sementara itu, pelatih Turkmenistan, Kochumov Amanklych mengatakan bahwa salah satu kunci kemenangan timnya terletak pada persiapan seminggu di Thailand sebelum terbang ke Palembang"Persiapan itu membuat kami tidak bermasalah dengan cuaca di sini," katanya(ali/c8/ca)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Kantor PSSI Senayan Akhirnya Disegel Massa
Redaktur : Tim Redaksi