Rizal Ramli Prediksi Pemerintahan Baru Bisa Bertahan 2,5 Tahun

Jumat, 22 Agustus 2014 – 01:34 WIB
Rizal Ramli Prediksi Pemerintahan Baru Bisa Bertahan 2,5 Tahun. Getty Images

jpnn.com - JAKARTA - Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli mengatakan oposisi setelah Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jauh akan lebih kuat, kritis dan galak. Jika pemerintahan hasil pemilu 2014 ini tidak canggih, Rizal memprediksi pemerintah hanya akan bertahan paling lama dua setengah tahun.

"Ke depan, oposisi akan jauh lebih serius dan konfrontatif. Kalau pemerintah tidak canggih, bisa DPR yang duapertiga jumlahnya beroposisi bikin banyak masalah. Prediksi saya, pemerintah hanya akan bertahan dua setengah tahun saja," kata Rizal Ramli, saat berdisksusi, di press room DPR, Senayan Jakarta, Kamis (21/8).

BACA JUGA: Prabowo: Keputusan MK Harus Kita Hormati

Berbeda dengan pola oposisi di era SBY yang oleh Rizal Ramli disebut sebagai oposisi ecek-ecek. "Menurut saya, oposisi di DPR era SBY sesungguhnya ecek-ecek dan korupsi partai politik dibiarkan untuk menyenangkan elit partai," ujarnya.

Selain itu ujarnya, pemerintahan SBY juga tertolong oleh ekspor berbagai komoditi yang nilainya ekonominya tinggi ditambah dengan kondisi ekonomi negara-negara maju relatif kesulitan. Kini kondisi berubah karena negara maju ekonominya membaik dan modal akan lari ke negaranya masing-masing. "Ibarat lebaran, 'Mudik' lah uang itu," tegasnya.

BACA JUGA: Fadli Zon: Brutal Atasi Pendemo, Copot Kapolda Metro Jaya!

Rizal mengatakan kalau presidennya tidak canggih, siapa pun presidennya sangat mudah terjerembab, karena memang banyak jebakan baik di internal APBN maupun kondisi eksternal. "Sebaliknya, jika presidennya canggih dan berani membongkar APBN 2015, maka bisa-bisa pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen. Kuncinya bukan uang, tapi kebijakan," tegasnya.

Lebih lanjut, Rizal mengkritisi APBN 2015 yang diajukan SBY kepada DPR. Ia mengaku sedih dengan postur APBN yang dibangun SBY.

BACA JUGA: Jokowi-JK Ajak Prabowo-Hatta Sudahi Perselisihan

"Sedih melihat sahabat saya, SBY. Kalau lihat angka-angka APBN yang diwarisinya kepada pemerintahan mendatang sesungguhnya bom waktu dan terlalu banyak perangkap batmennya. Ini menunjukan, maaf, kelas SBY itu belum negarawan, baru sekelas politisi karena hanya hebat dalam pidato-pidatoan," ungkap mantan Kepala Bulog itu.

Mestinya lanjut dia, dalam waktu tiga bulan terakhir masa jabatannya, banyak yang bisa dilakukan SBY untuk perbaikan bangsa ini. "Tapi itu tidak dilakukannya," pungkas Rizal Ramli.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... JK: Prabowo-Hatta Jangan Lagi Mempersulit


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler