RMBA Fokus Pasar Domestik

Jumat, 10 Juni 2011 – 06:03 WIB

JAKARTA - PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) berniat menggenjot pasar domestikFokus utama itu sejalan dengan meningkatnya konstelasi persaingan industri rokok dalam negeri

BACA JUGA: Malindo Capai Laba Rp 40,5 Miliar

Manajemen memang tidak mengabaikan harga pasar international yang menggiurkan


”Tetapi kami rasa potensi dan peluang pasar domestik tidak kalah

BACA JUGA: ASRI Manfaatkan Lahan Cadangan 1391 Hektar

Karenanya, akan lebih memperkuat dan menggarap pasar dalam negeri yang masih sangat besar,” ungkap Christoph Von Brockhusen, Presiden Direktur RMBA, di Jakarta, Kamis (9/6)


Pengembangan fokus bisnis inti itu tidak lepas dari defisit penjualan sepanjang kuartal pertama 2011

BACA JUGA: SIMP Kantongi Dana IPO Rp 3,479 Triliun

Sebab, sepanjang periode itu, penjualan tekor 4 persen ke posisi 5,5 miliar batang dibanding edisi sama 2010 di level 5,7 miliar batangDan, itu semua akibat penghentian penjualan untuk ekspor”Penurunan itu kan hanya dari pasar ekspor yang berkontribusi sekitar 3-4 persenTetapi, dengan fokus ke pasar domestik defisit itu tidak sekadar tertutupi tetapi bakal terlampau,” yakin Christoph.
 
Untuk mencapai target itu, perseroan melakukan beberapa gebrakanDi antaranya memperkuat portofolio merek, menumbuhkan pangsa pasar dan, meningkatkan daya saing marketPertumbuhan yang didorong peningkatan pasar dan distribusi bisa dilakukan lewat peluncuran produk baru, perbaikan produk dan perbaikan yang berkelanjutanSelain itu mengoptimalkan produktivitas”Perbaikan disemua area pabrik dan peningkatan kapasitas pabrik serta pengembangan organisasi yang unggul,” lanjutnya.

Menurut Christoph, pihaknya dihadapkan pada sejumlah problem bisnis yang mesti disikapi secara eleganPersoalan itu macam Keputusan Menteri Keuangan No 191/PMK.04/2010 (PMK 191) yang diterbitkan November 2010Merujuk keputusan itu, memaksa perseroan menggabungkan anak-anak perusahaan ke dalam satu manajemen untuk penghitungan bea cukaiKeputusan itu efektif berlaku pada 23 November 2012”Keputusan Menkeu itu soal perubahan struktur cukai dalam hal volume produksi dan tariff,” ucapnya.

Di samping itu ketersediaan bahan baku juga tidak bisa dianggap entengKondisi cuaca yang tidak menentu bisa mengancam dan membatasi ketersediaan tembakau dan cengkehKalau persoalan itu dibiarkan akan berakibat pada ketidakpastian hargaPelanggaran hak atas kekayaan intelektual atas merek yang dimiliki perseroan bisa saja diserobot pihak lain”Problem-problem ini menjadi konsen kami dalam menatap pasar domestik,” imbuhnya

Perseroan membagi dividen Rp 188,2 miliar atau 86 persen dari laba tahun buku 2010 dikisaran Rp 218,621 miliarDividen final yang digelontorkan pada 20 Juli 2011 itu setara dengan Rp 26 per lembar sahamLaba ditahan sekitar Rp 30,4 miliar, alokasi untuk remunerasi dewan Komisaris senilai Rp 846,55 jutaLaba bersih yang dibukukan itu tergolong luar biasa mengingat sepanjang 2009, perseroan didera rugi Rp 147,94 miliarLaba disumbang pendapatan bersih Rp 8,904 triliunPendapatan naik dari periode yang sama 2009, Rp 7,255 triliun(far)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hankook Gelontorkan USD 1,1 Miliar


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler