Rombongan Ketua DPR Silaturahmi dengan Syeh Maliki

Selasa, 22 September 2015 – 13:12 WIB
Tampak Ketua DPR Setya Novanto (kanan) bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kiri) menggelar konferensi pers usai melakukan kunjungan ke Amerika Serikat di Press Room DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Senin (14/9). Keduanya sempat heboh karena bertemua bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump pada 3 September 2015. FOTO: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Setelah melakukan serangkaian kunjungan ke New York, Los Angeles, Washington DC, Amerika Serikat pada akhir Agustus hingga awal September 2015, kini Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) dan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, kembali bersama dalam kunjungan ke luar negeri.

Kali ini, Setnov dan Fadli, tidak lagi berkunjung ke Negeri Paman Sam, namun di wilayah kelahiran para Nabi di Timur Tengah.

BACA JUGA: Ini Progres Skandal Pelindo II di Bareskrim

Setnov dan Fadli Zon akan menjalani serangkaian ibadah sekaligus meninjau kondisi jamaah haji Indonesia di Mekkah.

Dalam kunjungan kali ini, Setnov dan Fadli ditemani Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaeni. Rombongan Ketua DPR ini rencananya akan bersilaturahim dengan ulama kharismatik dan terkemuka Mekkah, Syeh Habib Ahmad Muhammad Alwi Al Maliki di kediamannya di Mekkah.

BACA JUGA: Fadli Zon: Tenda Jamaah Haji Indonesia Robek-robek

Dalam siaran persnya diterima, Selasa (22/9), delegasi DPR ini disambut hangat oleh Syeh Maliki dan para ulama serta siswanya. Acara dimulai dengan shalat Maghrib berjamaah, dzikir dan shalawat dilantunkan diiringi rabana selama empat jam dan ditutup doa serta shalat Isya berjamaah.

“Acara ini khusus diselenggarakan Syeh Maliki menyambut delegasi DPR yang bersilaturahim,” kata Fadli Zon.

BACA JUGA: Gawat, Bos! Kapok sama Jokowi, Warga Riau Minta Bantuan Malaysia

Saat berada di kediaman Syeh Maliki, di sana juga hadir para ulama dari Suriah, Libanon, Aljazair, Yaman, Irak, Iran dan sejumlah ulama Indonesia dan siswanya dari Indonesia. Para siswa asal Indonesia umumnya sudah belajar lima tahun. Mereka harus melengkapi 10 tahun.

“Syeh Maliki memberi beasiswa, akomodasi dan kebutuhan hidup bagi seluruh siswa asal Indonesia. Syeh berharap akan lebih banyak lagi siswa dari Indonesia yang belajar di Majelis Syeh Maliki,” ungkap Fadli.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anak Buah Mega Ini Ikut-ikutan Laporkan RJ Lino ke KPK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler