Rugi Rp 2,75 triliun, Ini Penjelasan Pertamina Pada DPR

Rabu, 15 April 2015 – 18:54 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina Dwi Soetjipto menjelaskan kerugian perseroan selama periode Januari-Februari 2015 kepada mitra kerjanya di Komisi VI DPR. Selama dua bulan, Pertamina mencatat kerugian sebesar USD 212,3 juta atau setara Rp 2,75 triliun.

Dwi mengatakan, bila dibandingkan dengan periode Januari dan Februari 2014, laba Pertamina mengalami penurunan. Itu terjadi karena harga minyak mentah ICP periode tersebut sebesar USD 105,9 per barel. Sementara, periode Januari dan Februari 2015 sebesar USD49,8 per barel.

BACA JUGA: Minta Percepatan Pembangunan, 5 Gubernur di Kalimantan Temui Jokowi

"Pada bisnis hilir, dengan adanya penurunan harga minyak dari akhir tahun 2014 sampai dengan awal tahun 2015 yang cukup tajam, menyebabkan nilai bahan baku yang diolah dan produk yang diimpor selalu lebih tinggi dibandingkan harga jualnya," ujar Dwi saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPR, Jakarta, Rabu (15/4).

Faktor lainnya dipicu karena penerapan harga jual BBM penugasan dan PSO yang ditetapkan pemerintah tidak selalu mengacu pada formula yang telah ditetapkan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat. Untuk menutupi kerugian tersebut, Pertamina akan melakukan efisiensi di berbagai sektor.

BACA JUGA: Garuda Indonesia Tambah Kapasitas Rute Jakarta-Balikpapan

"Sehingga secara konsolidasi masih mengalami kerugian karena laba bisnis hulu tidak dapat menopang kerugian pada bisnis hilir. Langkah selanjutnya, efisiensi akan kami lakukan dari berbagai segi," tandasnya. (chi/jpnn)

BACA JUGA: Pertamina Beberkan Alasan Jual BBM Lebih Mahal

BACA ARTIKEL LAINNYA... Primus Lontarkan Kalimat Pedas, Rapat dengan Pertamina Panas


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler