Ruhut Sitompul: KAMI Bukan Ancaman untuk Pemerintah, Hanya Sekadar Kumpul-kumpul

Rabu, 16 September 2020 – 10:06 WIB
Politikus PDIP Ruhut Sitompul. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul melihat gerakan moral yang diusung Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) tidak membahayakan bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Bagi Ruhut, koalisi yang dimotori Prof Din Syamsuddin, Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo dkk tak lebih dari sekadar aksi kumpul-kumpul.

BACA JUGA: Ruhut Sitompul Tuding Anies Baswedan Penyebab 59 Negara Tolak WNI

Hal itu menurut Ruhut, berbeda dengan yang dilakukan ormas dan relawan pendukung Jokowi yang langsung melakukan hal-hal bermoral untuk masyarakat.

"Kalau saya biar saja KAMI itu begitu, tapi bagus apa yang anda katakan (tanyakan-red). Kami (pendukung Jokowi-red) sebagai relawan, dia kan enggak mau dibilang relawan lho, dia kumpul-kumpul saja, gerakan moral. Kami membuat hal-hal bermoral," kata Ruhut.

BACA JUGA: Kronologi Penembakan KKB Terhadap 2 Tukang Ojek, Satu Korban Dianiaya, Sadis

Hal itu disampaikannya dalam program NGOMPOL (Ngomongin Politik) sebagaimana dikutip dari channel YouTube JPNN.com, Rabu (16/9).

"Kayak saya kemarin bersama pejuang Bravo Lima, ke NTT, kami kasih penyuluhan pertanian, perikanan. Masalah lapangan kerja. Bukan hanya kumpul-kumpul saja," lanjut anggota ormas Bravo Lima ini.

BACA JUGA: 20 Saksi Sudah Diperiksa, Pembunuhan Janda Masih Misterius

Selain itu, kata mantan Anggota Komisi III DPR ini, tokoh-tokoh yang ikut gerakan KAMI sudah dikenal publik secara luas serta rekam jejaknya. Mereka juga bebas menjalankan hak untuk berkumpul dan menyatakan pendapat.

Namun, Ruhut merasa heran saja dengan pernyataan tokoh-tokoh KAMI yang menyebut mau menyelamatkan kapal karam.

"Saya katakan, enggak salah? Kapal karam mau menyelamatkan kapal yang sedang berlayar menuju Indonesia maju. Saya bilang begitu kan," lanjut mantan kader Partai Golkar dan Demokrat ini.

Selain itu, politikus yang juga berlatar belakang lawyer ini tidak yakin KAMI akan meraih simpati masyarakat. Sebab, katanya, masyarakat sekarang sudah cerdas.

Apalagi tokoh-tokoh gerakan itu mayoritas sudah pernah mendapat kesempatan berada di dalam pemerintahan.

"Kan kita tahu, sebagian itu pernah dapat kesempatan. Tolonglah, jangan menunjuk hidung orang lain. Tunjuk dulu hidung kalian. Apa yang sudah kalian lakukan waktu kalian dapat kesempatan?" tutur Ruhut yang sejak awal menyebut KAMI sebagai barisan sakit hati.

Soal apakah KAMI dengan gerakan moralnya yang sudah menyebar ke berbagai daerah akan menjadi ancaman untuk pemerintah? Ruhut hanya menjawab singkat.

"Aku seratus persen mengatakan tidak sebagai ancaman," pungkas Ruhut. (fat/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler