Ruhut Sitompul Menunggu Biang Kerok Kadrun-kadrun Dicomot

Selasa, 17 November 2020 – 11:30 WIB
Ruhut Sitompul merespons pencopotan kapolda hingga doa Habib Idrus agar Presiden Jokowi dan Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri berumur pendek. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul meminta pihak yang mendoakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri berumur pendek segera ditangkap.

Dia juga merespons pencopotan Kapolda Jawa Barat dan Kapolda Metro Jaya, serta dua kapolres dan kapolresta.

BACA JUGA: Gus Nabil: FPI Harus Mendorong Idrus Jamalullail Meminta Maaf kepada Megawati dan Presiden Jokowi

Hal ini disampaikan Ruhut dalam unggahannya lewat akunnya di Twitter, Selasa (17/11).

Diketahui dua kapolda dan dua kapolres/kapolresta itu dicopot gara-gara ada kerumunan massa di wilayah hukum masing-masing saat pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Anies dan Amien Menemui Habib Rizieq, Komentar Ruhut Manis Sekali

"Dua Kapolda dicopot, satu Kapolresta dan satu Kapolres juga ikut dicopot. Kami Rakyat Indonesia yang cinta damai menunggu biang kerok kadrun-kadrun yang sok menantang Pememerintahan Pak Joko Widodo Presiden RI, dan juga yang mendoakan dua Tokoh Presiden RI ke 5, ke-7 pendek umur segera dicomot MERDEKA," tulis Ruhut.

Saat dihubungi jpnn.com, Ruhut Sitompul membenarkan unggahan tersebut.

BACA JUGA: Tim Mabes Polri Dikerahkan Menangani Kasus Habib Rizieq

Menurut Ruhut, pencopotan kapolda dan kapolres itu berawal dari kepulangan Habib Rizieq Shihab.

Termasuk pihak yang mendoakan Presiden Jokowi dan Presiden Kelima RI Megawati berumur pendek masih dalam rangkaian acara yang sama.

Doa itu dipanjatkan Habib Idrus Jamalullail pada Sabtu (14/11) lalu, dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang diisi oleh Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat.

"Ya. Jadi, memang kita tidak mengenal asas Causaliteit, hubungan sebab akibat, ya. Kita tidak mengenal asas itu, tetapi semua ini kan bermuara dari Habib Rizieq Shihab," ujar Ruhut melalui sambungan telepon, Selasa.

Ruhut mengatakan bahwa dia sebenarnya berharap sosok Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu bisa meneduhkan suasana. Namun, faktanya berbeda.

"Saya (berharap) kesadaran dari beliau sebagai imam besar ingin meneduhkan suasana, tetapi kan tidak, malah menantang, mengompori. Ingin menunjukkan dia selevel dengan pemerintah apalagi dengan presiden. Mengajak berdialog dengan banyaknya lagu permintaan. Siapa dia? Kan begitu," tutur mantan anggota Komisi III DPR ini.

Karena itu, Ruhut meminta jangan hanya para kapolda, kapolres dan kapolresta yang dicopot gara-gara adanya kerumunan massa, tetapi pihak yang memicu adanya kerumunan juga harus diproses.

"Jadi, jangan hanya kapolda, dan kapolresta dan kapolres, ya, biang keroknya juga harus dong," tegas Ruhut Sitompul.

Diketahui bahwa penyidik Bareskrim Polri akan segera melakukan pemanggilan terhadap Habib Rizieq Shihab hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk diminta klarifikasi terkait dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

Gubernur Anies Baswedan sesuai jadwal dipanggil pada hari ini oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Pemanggilan ini terkait acara resepsi pernikahan anak Habib Rizieq yang dibarengi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad di Jalan Petamburan, Jakarta, Sabtu (14/11) malam.

Kegiatan itu menjadi persoalan karena membuat ribuan orang berkumpul tanpa memperhatikan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

"Kami minta klarifikasi, kita tunggu saja prosesnya. Jadi ini tim dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya yang menangani kasus tersebut," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Jakarta, kemarin.(fat/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler