Rumah Arif Masih Di-police Line

Selasa, 26 April 2011 – 11:12 WIB

CIREBON - Rumah di Jalan Suratno No 11, RT 01/01, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, milik keluarga Arif Budiman alias Dede yang diduga kuat terkait jaringan MS, Senin (25/4), sehari setelah Densus 88 melakukan penggerebekan, terlihat lengangTidak ada penghuni yang keluar masuk rumah tersebut

BACA JUGA: Densus 88 Terus Buru Jaringan Teroris di Cirebon

Police line juga masih tampak melingkar di rumah itu.

Kasmin (59), selaku ketua RT setempat yang rumahnya di samping belakang rumah Arif, saat ditemui Radar Cirebon (grup JPNN), pihaknya mengaku kaget dengan adanya penggerebekan Densus 88 terhadap rumah warganya
Karena pada saat penggerebekan dirinya sedang istirahat, tidur

BACA JUGA: Ulama Gagas MUI Tandingan

“Sebelumnya juga tidak ada koordinasi,” akunya kepada Radar
Setelah itu dirinya dipanggil Densus 88 untuk menjadi saksi saat penggerebekan berlangsung.

Kasmin, pada hari itu sempat dibawa polisi ke Mapolres Cirebon Kota, sekitar pukul 16.00 hingga 17.00, untuk dimintai keterangan

BACA JUGA: Bom Gemparkan Warga GOR Agus Salim

“Ditanyai seputar seluk beluk keluarga Arip, dan nama-nama aslinyaItu saja terus sekitar pukul 17.00, polisi mengizinkan saya pulang,” terangnya

Dari keterangan Kasmin, selain Arif, beserta istri dan kedua anaknya, Siti Juhariah (ibu kandung), dan adiknya Agung Bronis di bawa ke Mabes Polri, Densus 88 juga mengamankan barang-barang dari rumanya berupa 3 keping CD, buku tebal, 4 handphone, solder dan kawat patri, dan jaket hitam yang di belakangnya bertuliskan Sampoerna Hijau“Persisnya kapan, beberapa tahun yang lalu, Arif merupakan sales rokok,” katanya.

Terkait dengan aktivitas sehari-hari Arif, Kasmin mengaku tidak begitu tahu secara ditelKarena aktivitas dirinya yang berjaualan di luar kampung, yakni Samadikun, sebagai penjual kelontong yang dari pagi hingga malam hari jarang di luar rumah“Kalau pulang sekitar duhur, hanya untuk makan, solat, dan istirahatSekitar pukul 16.00, saya harus berangkat lagi ke warungTapi yang jelas Arif buka konter pulsa,” tuturnya

Pengetahuan Kasmin tentang keluarga Ny Siti Juhariah, menurutnya tidak ada yang janggal dalam bertetangga“Layaknya tetangga lainnyaTegur sapa dengan tetangga biasa.  Pokoknya tidak kelihatan hal-hal yang mencurigaka,” katanyaApalagi menurutnya, Siti Juhairiyah merupakan penduduk asli RT 01/01“Keluarga Bu Juju bukan pendatangSehingga sedikit banyaknya warga di sini juga tahu seluk beluk keluarganya,” tambahnya.

Senada dikatakan Abdurrahman, tetangga belakang rumah Ny Siti Juhariah, dirinya kaget dengan penggerebekan Densus 88Saat penggerebekan, dirinya dari rumah hendak ke Jalan suratno“Tiba-tiba, salah satu anggota Densus bilang, maaf kenyaman anda tergangguSaya lihat juga anggota lain yang membawa senjata laras panjangKemudian nanya rumah Pak RT,” tuturnya.

Dirinya mengaku kaget, karena selama ia melihat penggerebekan para pelaku yang diduga teroris, biasanya pendatang“Sementara Arif dan keluarganya, semua asli orang siniHanya istrinya Arif yang orang baruKarena sifatnya menantuWarga di sini juga semua tidak mengira sama sekali,” kata AbdurrahmanMenurutnya, istri Arif menggunakan kerudung bercadar, sementara Ny Siti Juhariah tidak(hsn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gempa, Puluhan Rumah dan Sekolah Runtuh


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler