Rumah Jagal Sapi Diserang Warga

Rabu, 12 November 2014 – 20:41 WIB

jpnn.com - PASURUAN - Aksi penyerangan dan perusakan terjadi di Kabupaten Pasuruan. Sebuah rumah di Dusun Salaran, Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Senin malam (10/11) dirusak sekelompok orang tidak dikenal. Akibatnya, rumah milik Sumbar, 35, jagal sapi asal dusun setempat, itu rusak berantakan.

Tidak hanya menggunakan batu, massa penyerang yang hingga kini belum dapat diidentifikasi polisi tersebut juga melempari rumah korban dengan bondet (bom ikan). Sejumlah lubang bekas lemparan bondet terlihat jelas di dinding rumah bagian samping dan depan. Satu unit mobil milik korban yang diparkir di samping rumah juga tidak luput dari sasaran penyerangan.

Selain merusak rumah, penyerangan tersebut mengakibatkan Sumi, 55, ibu si pemilik rumah, dan Abdul Rajak, 9, anak Sumbar, terluka. Keduanya harus dilarikan ke Puskesmas Grati. 

Kepada Jawa Pos Radar Bromo, Sumi yang terluka di bagian paha kanan sempat menceritakan awal kejadian. Malam itu dia tidur di lantai teras rumah. Selain Sumi, yang berada di rumah adalah menantunya, Nurul Huda, 29, (istri Sumbar) serta dua cucunya. Yakni, Rojak, 9, dan Farel yang belum genap dua tahun. 

Nurul dan dua anaknya yang masih kecil tidur di kamar depan di dekat ruang tamu. Sementara itu, suaminya, Sumbar, pergi ke Probolinggo sejak sekitar pukul 18.00 atau selepas magrib untuk sebuah keperluan.

Sekitar pukul 21.00, Sumi yang sedang tidur di teras tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan dua orang tidak dikenal dari selatan. Mereka berjalan sambil menuntun seekor sapi. Keduanya menggunakan penutup kepala (semacam balaclava) hitam. Melihat gelagatnya, Sumi mengira dua orang tersebut sebagai pencuri sapi.

Belum reda kecurigaan Sumi, dirinya dikagetkan lagi dengan kedatangan sekelompok orang lain dari selatan. Massa yang diperkirakan berjumlah lebih dari 50 datang sambil berjalan kaki. Sebagian yang lain menggunakan motor. Dua pria yang sebelumnya dicurigai Sumi sebagai pencuri sapi itu kabur ke utara sambil melepaskan sapi yang mereka bawa.

Menurut Sumi, mereka berteriak-teriak sambil meminta Sumbar keluar rumah. ''Mana Sumbar? Sumbar, ayo keluar!'' teriak massa sebagaimana ditirukan Sumi.

Karena orang yang dicari tidak ada di rumah, mereka pun kalap. Massa yang marah melempari rumah Sumbar dengan bondet dan batu. ''Sedikitnya terdengar sepuluh kali suara dentuman keras dari sini. Tidak ada warga yang berani keluar rumah karena takut. Pelakunya banyak dan bawa senjata tajam semua,'' tutur Sripa, 38, keponakan Sumi.

Sumi pun panik saat itu. Sambil menjerit ketakutan, dia berlari ke dalam rumah untuk menghampiri cucu dan menantunya. Tetapi, nahas menimpa dirinya. Paha kanan Sumi terluka lantaran terkena pantulan ledakan bondet yang dilemparkan para pelaku. ''Kami semua sangat takut saat itu. Kami berempat bersembunyi dan menangis di belakang rumah,'' ungkap Sumi.

Nyawa Sumi, Nurul Huda, dan dua anaknya selamat setelah mereka dievakuasi salah seorang kerabat ke tempat yang lebih aman. Namun, massa yang beringas terus melanjutkan aksi mereka. Selain menghujani rumah Sumbar dengan batu dan bondet, sebagian orang nekat merangsek ke dalam rumah korban. Pintu serta kaca jendela rumah dirusak dengan batu dan kayu.

Bukan hanya itu, para pelaku juga menjarah barang berharga yang tersimpan di dalam kamar rumah Sumbar. Uang tunai lebih dari Rp 175 juta dan sebuah handphone milik Nurul raib digasak para pelaku. Sebuah mobil pikap bernopol N 9303 TD milik Sumbar yang diparkir di selatan rumah juga tidak lepas dari amukan massa. Kaca pintu kanan mobil dipecah.

Sekitar setengah jam kemudian, penyerangan brutal itu berakhir setelah sejumlah polisi dari Polsek Grati turun ke lokasi. Melihat polisi datang, massa kabur dan lari tunggang langgang. Sayangnya, tidak ada seorang pelaku yang berhasil ditangkap polisi.

Emosi warga tersulut setelah menemukan sebuah motor yang diduga milik seorang pelaku yang ditinggalkan. Warga merusak motor tersebut. Sejumlah personel dari Polres Pasuruan Kota datang. Wakapolresta Kompol Saswito ikut turun ke lokasi.

Sementara itu, untuk kepentingan penyelidikan, malam itu juga polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tiga personel dari tim identifikasi Polres Pasuruan Kota setempat melakukan identifikasi dan pemeriksaan lokasi selama sekitar sejam. 

Tim juga mengamankan beberapa bongkahan batu dan kayu. Perabotan rumah korban yang rusak pun dibawa sebagai barang bukti. Sebuah sepeda motor Honda Supra X 125 serta seekor sapi di lokasi kejadian ikut diamankan.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Bambang Sugeng menyatakan, pihaknya masih menyelidiki kejadian tersebut. Saat ini pihaknya masih meminta keterangan sejumlah saksi. ''Yang jelas, ini adalah kasus perusakan rumah yang me­nimbulkan korban dan kerugian material oleh sekelompok orang,'' tuturnya setelah olah TKP kemarin dini hari (11/11). Demi alasan keamanan, pihaknya menempatkan beberapa personel untuk berjaga-jaga. (ube/rah/aad/JPNN/c19/dwi)

BACA JUGA: Isran Noor Tolak Kartu Sakti Ala Jokowi

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua Panwaslu Disanksi DKPP, Mantan Ketua KPU Ini Protes


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler