Rumah Mantan Presiden Argentina Diacak-acak Polisi

Minggu, 26 Agustus 2018 – 08:10 WIB
Polisi Federal Argentina di depan kediaman pribadi mantan presiden Cristina Fernandez de Kirchner. Foto: AFP

jpnn.com, BUENOS AIRES - Puluhan polisi, personel pemadam kebakaran, dan petugas forensik menggeledah sebuah rumah di kawasan elite Recoleta, Buenos Aires, Argentina, Kamis (23/8). Rumah itu merupakan milik mantan Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner.

Perempuan 65 tahun yang kini menjadi senator tersebut diduga kuat terlibat korupsi. Karena itu, aparat menggeledah rumahnya untuk mencari bukti.

BACA JUGA: Anwar Budiman: Sudahkah Indonesia Merdeka dari Korupsi?

Aksi yang melibatkan anjing pelacak itu berlangsung selepas tengah hari. Dari lokasi tersebut, penggeledahan berlanjut ke dua rumah Fernandez lainnya di Rio Gallegos dan El Calafate.

"Saya senator pertama yang (rumahnya) digeledah," kata Fernandez dalam jumpa pers Rabu (22/8).

BACA JUGA: Bah! Korupsi di Indonesia Sudah Akut

Sebagai senator, istri mendiang Presiden Nestor Kirchner tersebut punya imunitas politik. Karena itu, sebelum menggeledah rumah Fernandez, penegak hukum meminta izin kepada senat.

Rabu lalu, pembahasan serius rencana hakim Claudio Bonadio itu melibatkan seluruh anggota senat. Para senator sepakat mencabut sebagian imunitas Fernandez agar aparat bisa menggeledah propertinya.

BACA JUGA: Saksi Sebut BDNI Sudah Penuhi Kewajiban Sesuai MSAA

Rabu lalu itu Fernandez hadir dalam rapat senat. Dia terpaksa tunduk pada kesepakatan yang dibuat teman-temannya sesama politikus. Hari itu juga dia menjadi senator pertama yang kediamannya boleh digeledah.

Sesuai dengan aturan di Argentina, senator boleh dituntut, tapi tak bisa dipenjara maupun digeledah propertinya.

Dengan berat hati, Fernandez mengizinkan aparat mengacak-acak tiga rumahnya untuk mencari bukti-bukti korupsi. Dia hanya mengajukan satu syarat.

Yakni, penggeledahan tidak boleh dipotret atau direkam. Penggeledahan Kamis lalu itu pun berlangsung di bawah pengawalan ketat petugas dan tertutup bagi media.

"Ini lelucon! Ini jelas melanggar hukum," ujar Carlos Beraldi, pengacara Fernandez, sebagaimana dilansir France24. Dia tak bisa menerima rumah kliennya digeledah. Beraldi pun berencana mengajukan keberatan.

Fernandez bersikukuh tidak bersalah. Dia menyebut penggeledahan tersebut sangat memalukan. Menurut dia, kasus korupsi yang diarahkan kepada dirinya saat ini didasari motif politik.

Penggeledahan rumah Fernandez berkaitan dengan Notebook Scandal alias skandal buku catatan. Catatan yang dimaksud adalah buku harian Oscar Centeno.

Selama 12 tahun bekerja sebagai sopir Julio de Vido, menteri pekerjaan umum era Fernandez dan suaminya, Centeno selalu mencatat detail perjalanannya. Termasuk penyuapan yang dilihatnya. (sha/c5/hep)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Demo Lagi, FAKPP Desak KPK Usut Korupsi di Papua


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler