Rumah Penyekapan Dua ABG Asal Medan Itu Banyak Menampung Wanita Muda

Minggu, 03 Mei 2015 – 05:45 WIB

jpnn.com - LUBUKBAJA - Lokasi penyekapan K dan S dua ABG asal Medan Sumut, di Batam, Kepri terindikasi memang lokasi penampungan para korban trafiking.

Penelusuran Batam Pos (Grup JPNN.com) di jalan Kananga Blok VI, Lubukbaja yang diinformasikan sebagai lokasi penyekapan dua siswi SMA asal Medan memang ada satu rumah yang cukup mencurigakan.

BACA JUGA: Sembunyikan Motor Curian di Semak-semak, Eh saat Mau Ambil Kepergok Warga

Rumah tersebut berada di gang Kananga dengan atap cat merah. Saat didatangi wartawan, Sabtu (2/5) siang, rumah tersebut tampak kosong. Tak ada penghuninya.

Namun demikian warga sekitar mengaku jika rumah kontrakan itu sering menampung banyak wanita muda selama ini. 

BACA JUGA: Terbujuk Kencan Singkat, Perhiasan Roniyah Disikat

"Sekarang sudah kosong, minggu lalu ada banyak wanita muda. Beberapa hari lalu tiba-tiba kosong, nggak tahu kemana mereka. Mungkin benar juga informasi itu (kasus penyekapan K dan S di Batam). Bisa jadi di rumah itu," ujar Helmi salah satu warga di gang Kananga, kemarin.

Selama ini kata Helmi , penghuni rumah kontrakan itu cukup misterius. Warga sekitar tak kenal sama sekali. Namun demikian memang banyak wanita-wanita yang ditampung di rumah kontrakan dan selalu bergantian setiap minggu. 

BACA JUGA: Tak Terima Digarap di Rumah Kosong, Gadis Ini Laporkan Pacar ke Polisi

Terakhir warga mengaku seminggu yang lalu ada sekelompok wanita menempati rumah itu. Sekelompok wanita muda itu dua diantaranya diduga S dan K korban trafiking yang ditangani Polres Jambi.  
"Bergantian terus, paling lama seminggu, kemudian ganti lagi dengan wanita-wanita lain," kata Helmi lagi.

Helmi menuturkan, rumah tersebut sudah lama ditinggalkan pemiliknya yang sudah menetap di Pekanbaru. Selama ini rumah itu diketahui dikontrakan oleh sekelompok orang yang sering membawa mobil mewah ke lokasi rumah itu. Namun warga sekitar tak kenal siapa penyewa rumah itu. 

"Penyewa rumah itu orangnya berbeda-beda. Mereka gonta ganti datang cek pakai mobil mewah semua. Tapi mereka (penyewa) tak tinggal di situ. Yang tinggal di rumah itu anak-anak cewek semua," katanya.

Meskipun sering menampung banyak wanita muda, pemilik atau penyewa rumah sama sekali tak melapor ke perangkat RT/RW setempat. "Bahkan tegur sapah saja tak pernah. Kamipun cuek jugalah, orang mereka kayak gitu," kata Rahman warga lainnya.

Warga sekitar mengakui jika rumah tersebut memang terindikasi adanya transaksi penjualan manusia. Sehingga warga mendukung pihak kepolisian untuk membongkar jaringan trafiking tersebut.

Budi, Ketua RT 04 perumahan setempat belum juga berhasil dihubungi. Saat ditemui dirumahnya, ia juga sedang berada di luar. 

Seperti yang diketahui polisi Jambi berhasil mengungkap kasus perdagangan manusia menimpa K dan S, siswi SMA asal Medan Sumatera Utara yang dijual sebagai PSK ke luar negeri. 

K dan S sempat disekap di Batam di salah satu rumah di gang Kananga blok VI Lubukbaja. Dua siswi SMA itu sempat dibawa ke Jambi sebelum diberangkatkan ke Malaysia. Namun sebelum berangkat kedua ABG itu berhasil lolos dan menyelamatkan diri ke kepolisian Jambi.

Kedua korban ini mengaku tahu akan dipekerjakan sebagai SPK saat disekap bersama puluhan wanita muda lainnya di gang Kananga, Nagoya Batam.

Kapolsek Lubukbaja Kompol I Dewa Nyoman saat dikonfrimasi wartawan mengaku belum mengetahui kasus tersebut karena belum ada koordinasi dari kepolisian Jambi. (eja/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cemburu, Leher Temen Nyaris Putus Dibacok Teman Sendiri


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler