Rumah Terbakar, sang Legenda Sepak Bola Meninggal Dunia

Senin, 20 Februari 2017 – 07:18 WIB
Jenazah legenda Persipura Hengky Rumere saat disemayamkan di rumah duka yang bersebelahan dengan gereja GKI Diaspora, Kotaraja, Minggu (19/2). Foto: Gamel/Cendrawasih Pos/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Hengky Rumere, mantan bek dan wakil kapten Persipura era 1970-an, meninggal dunia dalam musibah kebakaran yang terjadi di rumahnya di Jalan Pendidikan Kristen Kotaraja Dalam, Kelurahan Vim, Distrik Abepura, Jayapura, Papua, Minggu (19/2) pagi.

Sang legenda Hengky Rumere diduga tak sempat menyelamatkan diri saat api melahap kediamannya di Kotaraja Dalam.

BACA JUGA: Ada 2 Orang Meninggal yang Punya Hubungan Perkara Ahok

Sang anak, Paulo Rumere yang berupaya menyelamatkan sang ayah juga gagal. Ia bahkan terkena luka bakar dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Selain rumah korban, salah satu rumah lainnya milik kepala Badan Kepegawaian dan Pelatihan Kota Jayapura, Robert Betaubun juga ikut ludes terbakar.

BACA JUGA: Boas Sumenda Hembuskan Napas Terakhir di Kapal

Sedangkan rumah tetangga lainnya milik Irene Sineri yang tepat bersebelahan dengan kediaman almarhum nyaris menjadi korban.

Dari keterangan Polisi, kejadian ini terjadi sekitar pukul 05.00 WIT dimana diduga karena korleting atau hubungan arus pendek yang menimbulkan percikan api yang kemudian membakar kamar almarhum lebih dulu.

BACA JUGA: Nenek Jarang Keluar Rumah Ternyata Tewas

Api cepat membakar isi rumah karena kondisi atap yang menutup sehingga suhu di dalam rumah mendorong proses panas begitu cepat.

Tak banyak yang bisa diselamatkan hingga mobil pemadam tiba dan memadamkan api.

“Dugaan api berasal dari sambungan listrik dan ada korban jiwa satu orang. Dari pengamatan kami sepertinya sebelum meninggal sempat tertindih besi lebih dulu,” kata Kapolres Jayapura Kota, AKBP Tober Sirait di depan Lapas Abepura, kemarin (19/2) siang.

Terkait kebakaran ini pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah saksi.

Dari keterangan saksi kebakaran diduga terjadi sekitar pukul 05.30 WIT. Korban menurut Tober Sirait saat itu sedang tidur di dalam rumahnya.

“Saksi melihat api dari dalam kamar korban dan berusaha mencari korban namun tidak ditemukan. Saksi kemudian berteriak minta bantuan sehingga warga keluar dan datang membantu memadamkan api,” ujar Tober Sirait.

Setelah api berhasil dipadamkan, warga menemukan jenazah korban di dalam kamar dalam kondisi terbakar dan tertindih besi atap rumah.

“Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum luar,” tuturnya.

Mengenai penyebab kebakaran, Kapolres Tober Sirait mengatakan, pihaknya baru akan melakukan olah TKP, Senin (20/2) hari ini untuk mengetahui penyebab kebakaran ini.

Tober Sirait mengatakan, pihaknya belum bisa meminta keterangan dari pihak keluarga karena masih dalam suasana duka.

Sementara itu saksi lainnya, Irene Sineri menceritakan bahwa sebelum terjadi kebakaran almarhum sempat membeli rokok di kiosnya sekitar pukul 01.00 WIT.

Ia keluar rumah dan melihat sang anak Paulo Rumere masih duduk di teras.

Nah setelah itu, pagi hari ia kaget karena mendengar teriakan api dan memintanya untuk segera bangun. “

Saat bangun api sudah besar dan saya sempat lompat dan lari tanpa bawa barang dan ada yang bilang bapak (almarhum) ada di dalam tapi api cepat sekali,” kata Irene.

Warga lainnya yang ditemui Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group) di lokasi kebakaran mengatakan kebakaran diduga berasal dari rumah almarhum Hengky Rumere.

Selain menewaskan sang legenda Persipura Hengky Rumere, warga menyebutkan anak almarhum Paulo Rumere mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Beberapa warga menyebutkan Paulo Rumere yang juga mantan pemain Persipura dilarikan ke RSUD Jayapura.

Di tempat yang sama Robert Betaubun yang juga menjadi korban dalam musibah kebakaran ini mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran yang ikut membakar rumahnya.

“Saya belum tahu penyebabnya apa. Ketika melihat kobaran api, saya tidak memikirkan apa-apa lagi yang pertama saya selamatkan adalah anak dan isteri saya lalu menyelamatkan surat-surat berharga lainya,” jelas mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura ini.

Robert Betaubun mengaku saat musibah ini terjadi dirinya baru bangun pagi dan langsung melihat kobaran yang bersumber dari rumah tetangganya.

Pantauan Cenderawasih Pos, setelah jenazah dibawa ke RS Bhayangkara tak lama kemudian dikembalikan dan disemayamkan ke rumah duka bersebelahan dengan GKI Diaspora, Kotaraja.

Sementara sang anak Paulo Rumere sendiri saat itu masih menjalani perawatan. Saat ditemui di rumah duka, dua orang anak almarhum Yohanis Rumere dan Lala Rumere terlihat berada di samping peti jenazah berwarna putih.

Setelah api benar-benar padam, sejumlah warga mengamankan barang berharga yang masih bisa diselamatkan.

Di lokasi ini ada satu pasang sepatu kets merk Adidas milik almarhum yang tak ikut terbakar.

Di depan rumah juga terdapat dua buah gawang yang biasa dipakai latihan bola. Almarhum merupakan sosok pesepak bola Papua yang bisa dibilang legenda karena berulang kali menjadi pemain Timnas dan pelatih Persipura.

Kebakaran yang menewaskan legenda Persipura Hengky Rumere mendapat perhatian banyak pihak diantaranya Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP, MH dan Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano.

“Pemerintah dan masyarakat berduka atas meninggalnya Hengky Rumere, salah satu legenda sepak bola nasional dan legenda Papua, kita turut berduka,”ungkap Gubernur Lukas Enembe.

Orang nomor satu di Provinsi Papua ini mengaku baru mendapat kabar terkait meninggal Hengky Rumere.

Almarhum diakuinya merupakan sosok yang diharapkan bisa memotivasi generasi penerus Papua yang terobsesi untuk bermain sepak bola.”Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan untuk menghadapi hal ini,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano yang mendatangi langsung lokasi kebakaran menyampaikan kesedihannya atas kepergian salah satu legenda Persipura Jayapura. Atas nama pribadi dan jajaran Persipura, Tomi Mano menyatakan turut berbelasungkawa.

Untuk membantu keluarga korban, Tomi Mano memberikan bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan bisa membantu untuk membangun kembali rumah yang hangus terbakar. (ade/fia/jo/yan/ans/nat)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Innalillahi, Kapolsek Meninggal saat Main Bulutangkis


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler