Rupiah Hari Ini Ambrol Lagi, Anjlok 54 Poin

Rabu, 04 Oktober 2023 – 10:39 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi (4/10) melemah 0,35 persen atau 54 poin. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi (4/10) melemah 0,35 persen atau 54 poin.

Mata uang Garuda anjlok menjadi Rp 15.634 per USD dari sebelumnya Rp 15.580 per USD.

BACA JUGA: Isu Pelemahan Ekonomi China Bikin Rupiah Hari Ini Parah

Analis Pasar Mata Uang Lukman Leong memperkirakan rupiah melemah terhadap USD yang melanjutkan penguatan pascadata tenaga kerja Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLT) AS, yang lebih kuat dari perkiraan.

"JOLT menunjukkan lowongan pekerjaan sebesar 9,61 juta versus ekspektasi 8,8 juta," ujar dia ketika dihubungi di Jakarta, Rabu.

BACA JUGA: USD Makin Menjanjikan, Rupiah Hari Ini Ambrol

Menurut dia, data JOLT yang menyusul serangkaian data ekonomi kuat AS lainnya akhir-akhir ini memicu ekspektasi akan suku bunga The Fed yang lebih tinggi, sehingga berpotensi melemahkan rupiah hingga akhir tahun.

Misalnya pada Senin (2/10), data indeks Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur AS dari The Institute for Supply Management (ISM) pada September 2023 menunjukkan pemulihan naik ke angka indeks 49,0 dari sebelumnya 47,7.

"Dalam negeri belum ada yang bisa mendukung rupiah. Revisi PP (Peraturan Pemerintah) DHE SDA (Devisa Hasil Ekspor dari Barang Ekspor Sumber Daya Alam) masih perlu waktu untuk meningkatkan cadangan devisa Indonesia," ucap Lukman.

Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menganggap pengaruh dari ekspektasi suku bunga tinggi akan berlanjut hingga akhir tahun.

Sebab, mempertimbangkan The Fed akan mengeluarkan kebijakan penting pada Desember 2023. Ekspektasi suku bunga tinggi turut didukung data ekonomi AS, terutama data inflasi yang belum menurun ke arah target dua persen.

Sentimen pasar terhadap suku bunga tinggi masih tinggi hingga akhir tahun.

"Sentimen tersebut dapat di-counter bila data ekonomi AS menunjukkan inflasi dan kondisi ketenagakerjaan menurun," pungkas Ariston.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler