Rupiah Melemah, JK: Harus Ada yang Berkorban

Rabu, 10 Oktober 2018 – 10:57 WIB
Ilustrasi rupiah dan dolar. Foto: JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat atau USD juga menjadi perhatian Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp 15.237 per USD dalam penutupan perdagangan Selasa (9/10).

BACA JUGA: Rupiah Melemah, Penjualan Sepeda Motor Meningkat

Itu berarti rupiah terdepresiasi 0,13 persen (20 poin) dari perdagangan sebelumnya yang berada di posisi Rp 15.217,5 per dolar AS.

’’Itu ada masalah dari luar. Ada juga masalah dari dalam. Jadi, dua-duanya,’’ ujar pria yang karib disapa JK itu, Selasa (9/10).

BACA JUGA: Melemahnya Rupiah Tak Gerus Elektabilitas Jokowi?

JK menuturkan, untuk masalah dari luar negeri, Indonesia tidak bisa berbuat banyak.

Untuk masalah dalam negeri, pemerintah akan menyeimbangkan ekspor dan impor.

BACA JUGA: Rupiah Melemah, Sektor Bisnis Ini Paling Diuntungkan

Selain itu, Bank Indonesia (BI) tentu akan mengintervensi sesuai dengan kemampuan mereka.

Namun, bila tidak memungkinkan lagi, pemerintah akan lebih banyak menghemat atau mengurangi impor.

’’Harus ada yang berkorban,’’ tegas JK.

Sementara itu, Presiden Direktur PT BCA Tbk Jahja Setiaatmadja mengatakan, para bankir sudah mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah yang kini mencapai level psikologis baru di kisaran Rp 15 ribu.

Dia menuturkan, industri perbankan tanah air sudah belajar banyak dari krisis moneter pada 1998. ’

’Jadi, kita juga mengelola dolar AS lebih baik. Tidak ada yang spekulasi. Tidak ada pinjaman yang terlalu banyak dalam dolar,’’ kata Jahja.

Jahja melanjutkan, bukan hanya rupiah yang terdepresiasi terhadap dolar AS. Mata uang negara-negara lainnya juga mengalami hal serupa. Salah satunya mata uang Jepang.

’’Jadi, saya kira sepanjang kepanikan berlebih tidak terjadi, maka bisa terkendali,’’ lanjut Jahja. (jun/ken/rin/c19/oki)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rupiah Melemah, Kaltim Malah Untung


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler