Rusia Serang Rumah Sakit, WHO Berang, Kumpulkan Bukti Kejahatan Perang

Senin, 09 Mei 2022 – 00:29 WIB
Dokter Anatolii Pavlov mengambil gambar rumah sakit jiwa yang rusak akibat terkena serangan militer Rusia ke Ukraina di Mykolaiv, Ukraina, Selasa (22/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Nacho Doce/aww

jpnn.com, KIEV - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berang dengan serangan yang dilancarkan Rusia mengincar fasilitas rumah sakit di Ukraina.

WHO kini mengumpulkan bukti-bukti kejahatan perang terhadap serangan pada fasilitas kesehatan dan rumah sakit yang dilancarkan Rusia.

BACA JUGA: Rusia Bom Persembunyian Warga Sipil Ukraina, Banjir Darah

Badan kesehatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu mengatakan serangan terhadap fasilitas tersebut telah didokumentasikan.

Direktur Kedaruratan WHO Mike Ryan dalam kunjungan bersama Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, saat konferensi pers mengatakan para pihak yang bertikai dilarang mengincar fasilitas kesehatan.

BACA JUGA: Viral, Bule Rusia Tanpa Busana di Tempat Suci di Bali, Ini Orangnya

WHO telah mendokumentasikan ada 200 serangan terhadap rumah sakit dan klinik di Ukraina.

"Serangan yang disengaja terhadap fasilitas kesehatan adalah pelanggaran hukum kemanusiaan internasional."

BACA JUGA: Rusia Lumpuhkan Sistem Kesehatan Ukraina, Ratusan RS Hancur, Obat-obatan Langka

"Dengan demikian, berdasarkan investigasi dan kaitan serangan, merupakan kejahatan perang dalam kondisi apa pun."

"Kami terus mendokumentasikan sekaligus menjadi saksi atas serangan-serangan ini."

"Kami yakin sistem PBB dan Mahkamah Pidana Internasional beserta yang lainnya akan melakukan investigasi yang diperlukan untuk menilai niat jahat di balik serangan ini," kata Ryan.

Rusia mengelak tudingan sebelumnya dari Ukraina dan negara-negara barat, tentang kemungkinan kejahatan perang dan membantah telah menargetkan warga sipil dalam perang.

Menurut Ryan, 200 kasus tidak mewakili keseluruhan serangan terhadap fasilitas medis Ukraina melainkan hanya yang sudah diverifikasi oleh WHO.

Pemerintah Ukraina di Ibu Kota Kiev mengungkapkan terdapat sekitar 400 serangan semacam itu sejak Rusia menggempur Ukraina pada 24 Februari.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Kamis (5/5) mengatakan pasukan Rusia telah menghancurkan hampir 400 fasilitas kesehatan di Ukraina.

"Pesan saya untuk semua warga Ukraina, WHO bersama kalian. Kami terus mendesak Federasi Rusia agar menghentikan perang ini," ujar Tedros dalam konferensi pers yang sama.

Negara anggota WHO pada Selasa (10/5) akan mempertimbangkan untuk mengeluarkan resolusi terhadap Rusia.

Konsep resolusi itu mencakup kemungkinan penutupan kantor regional utama WHO di Moskow, menurut dokumen yang diperoleh oleh Reuters, Kamis lalu.

Rancangan resolusi tidak menyebut soal sanksi yang lebih berat, seperti menangguhkan Rusia dari WHO, atau membekukan sementara hak suaranya, menurut tiga sumber diplomatik dan politik.

Draf tersebut, yang sebagian besar dipersiapkan oleh diplomat Uni Eropa dan diajukan ke kantor regional WHO untuk Eropa pekan ini, menuruti permintaan Ukraina dan ditandatangani oleh sedikitnya 38 anggota lainnya, seperti Turki, Prancis dan Jerman.

Moskow menyebut aksinya sebagai operasi militer khusus untuk melucuti senjata Ukraina dan menyingkirkan apa yang sebutnya nasionalisme anti-Rusia yang dihasut oleh Barat.

Ukraina dan negara barat mengatakan Rusia telah melancarkan perang yang tak beralasan. (Antara/Reuters/JPNN)


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler