Rusli Sebut Durian Montong bisa Menjadi Komoditas Andalan Sulteng

Sabtu, 27 Februari 2021 – 14:48 WIB
Durian montong jadi kebanggaan Sulteng. Foto: dok PPI

jpnn.com, PALU - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Rusli Baco Dg Pallabi menyebut durian montong bisa menjadi komoditas andalan Sulteng selain nikel. Terlebih lagi, durian montong tidak memiliki musim alias selalu ada sepanjang masa. 

Hal itu diungkapkan Rusli saat bertemu Ketua badan diaspora dan hubungan luar negeri Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Gerry Hukubun bersama pengurus PPI Sulteng di Sulteng, Sabtu (27/2) ini.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Dinasti Politik SBY Bikin Panas, Publik Lebih Bersimpati pada Moeldoko, Paspampres Beraksi

"Di Parigi dan Tolitoli, Sulteng ini, durian bertumbuh sepanjang masa, sehingga ini menjadi komoditas yang seharusnya bisa dikembangkan untuk dipasarkan baik untuk nasional maupun internasional," ujar Rusli dalam keterangan resminya kepada awak media, Sabtu ini.

Dia melanjutkan, durian montong memiliki dua kualifikasi memenuhi prasyarat ekspor, sehingga layak menjadi komoditas Sulteng. Yakni untuk kuantitas dan kualitas yang memadai.

BACA JUGA: Mufti Anam Tanam Durian, Cemara Sampai Alpukat, Serbaangka 48

"Sulawesi Tengah dikenal dengan komoditas tambang batu bara belakangan ini, sehingga konsentrasi lebih mengarah ke nikel. Namun, harus bisa melihat potensi komoditas lain yang memang unggulan juga. Salah satunya durian montong," ujar dia. 

"Dengan begitu, suatu saat bisa menjadi komoditas unggulan juga yang bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat," ungkap dia.

BACA JUGA: Produksi Durian Meningkat, Indonesia Bisa Menjadi Pemain Utama

Ke depan, dia berharap, pemerintah pusat melihat potensi Sulteng selain nikel, seperti durian montong. Kemudian bersama pemerintah daerah mengembangkan durian montong.

"Saya berharap pemerintah pusat dapat melihat potensi ini agar bisa dikembangkan komoditas durian montong di Sulawesi Tengah ini ke depan," ungkap dia. (ast/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler