Saat Itu Jessica Kumala Menjawab dengan Tatapan Tajam

Minggu, 31 Januari 2016 – 08:42 WIB
Mantan Hakim Asep Iwan Iriawan menjadi pembicara pada diskusi bertema Mencari Sang Pembunuh di Jakarta, Sabtu (30/1). Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri mengungkapkan bisa saja uji kebohongan dengan lie detector yang pernah dilakukan pada Jessica tidak akurat. 

Menurut dia,  dalam ilmu psikologi kebohongan atau kejujuran itu ditakar dengan cara membandingkan antara informasi yang diberikan dengan peristiwa yang dijadikan pokok bahasan.

BACA JUGA: Dua Makna di Balik Ketenangan Jessica Kumala

Ketika informasi senjang dengan begitu jauh dengan peristiwa, maka hal itu yang disebut kebohongan. Sebaliknya, sebuah informasi yang sebangun dengan peristiwa yang jadi bahasan itu dianggap sebagai kejujuran. 

’’Persoalannya benda lie detector itu tak pernah membandingkan informasi dengan peristiwa,’’ terangnya.

BACA JUGA: Sudah 6 Bulan, Oknum Polisi Hilang Tanpa Jejak

Dalam sebuah diskusi yang digelar di Jakarta kemarin, Mantan Hakim Asep Iwan Iriawan sempat berdebat dengan Dewi soal psikologi Jessica. Dengan pengalaman empirisnya, Asep pernah berdialog dengan Jessica di sebuah stasiun televisi swasta. 

Ketika itu dia melihat jawaban Jessica memang spontan, runtut dan konsiten. ’’Saat itu saya tanya ke Jessica kenapa dia tenang. Dia jawab karena dia tidak salah. Jawaban itu dilakukan dengan menatap tajam mata saya,’’ ujarnya. (gun/idr/sam/jpnn)

BACA JUGA: Pagi Hari Ayah Jessica Sudah Pergi

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kompolnas: Di CCTV Ada Gerakan Memindahkan Gelas...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler