Saham Dibeli BUMN Thailand, Adaro Kantongi Rp 4,3 Triliun

Kamis, 24 November 2016 – 09:35 WIB
Ilustrasi Foto: ist

jpnn.com - JAKARTA - Electricity Generating Authority of Thailand (EGAT) membeli saham PT Adaro Indonesia sebanyak 11,35 persen.

Penjualan 57.857 lembar saham itu membuat PT Adaro Energy mengantongi dana USD 325 juta atau setara Rp 4,391 triliun.

BACA JUGA: Mandiri Makin Agresif Berburu Saham Bisnis Rintisan

Sekretaris Perusahaan ADRO Mahardika Putranto menjelaskan, transaksi itu telah berlaku efektif dan memperoleh persetujuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

’’Terpenuhi seluruh persyaratan dan kondisi yang telah disepakati dengan EGAT,’’ terangnya.

BACA JUGA: Pemerintah Waspadai Pelemahan Ekonomi Tiongkok

Sesuai dengan kesepakatan, pembayaran dilakukan bertahap. Dana USD 164 juta dibayarkan pada tahun ini.

Sedangkan sisanya akan dilunasi pada 2022–2027.

BACA JUGA: Jagoan Terbaru KIA Bisa Angkut 11 Penumpang

Kedua perusahaan juga memastikan kerja sama jangka panjang berupa pembelian batu bara dalam jangka waktu 20 tahun.

Batu bara tersebut bakal digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik di Thailand.

ADRO juga telah bekerja sama dengan perusahaan semen asal Thailand, Siam Cement Group.

Kerja samauntuk memasok batu bara sebagai bahan bakar pabrik semen dan kemasan semen.

Pasokan batu bara dari Adaro untuk Siam Cement mulai dikirimkan akhir 2016.

Transaksi itu mengangkat harga saham ADRO hingga 10 poin (0,62 persen) ke level 1.630 dalam penutupan perdagangan kemarin (23/11).

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup naik tipis 7,322 poin (0,141 persen) ke level 5.211,996.

Kenaikan terjadi di tengah masih adanya aksi jual oleh investor asing.

Penjualan bersih investor asing sebesar Rp 806,9 miliar.

Adaro Indonesia merupakan anak usaha Adaro Energy.

Produksi batu bara Adaro Indonesia akhir 2015 mencapai 50,4 juta ton.

Batu bara tersebut dihasilkan dari tiga tambang di Tabalong, Kalimantan Selatan. Total sumber daya batu bara Adaro Indonesia tercatat 4,9 miliar ton.

Itu meliputi cadangan 873 juta ton di tiga wilayah pertambangan, yakni Tutupan, Wara, dan Paringin. (gen/c14/noe/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Depresiasi Rupiah Menuju Rp 15 Ribu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler