Said Aqil: Nasionalisme Bung Karno adalah Nasionalisme Islam

Kamis, 21 Juni 2018 – 09:02 WIB
KH Said Aqil Siradj (tiga kiri, depan) saat haul ke-48 Bung Karno di Blitar. Foto: for JPNN.com

jpnn.com, BLITAR - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menilai Presiden pertama RI Bung Karno tidak pernah mengobarkan semangat nasionalisme sekuler ala Barat.

Menurut Kiai Said, Bung Karno yang dikenal sebagai Bapak Bangsa itu mengobarkan nasionalisme Islam.

BACA JUGA: Said Aqil: Gus Ipul - Puti Wujud Persahabatan NU-Bung Karno

“Nasionalisme Bung Karno bukan nasionalisme sekuler, bukan nasionalismenya Ernest Renan, tapi Bung Karno sama dengan nasionalismenya KH Hasyim Asy’ari, sobiyyun min qolbin mukmin, lahir dari hatinya seorang yang beriman. Pas seperti KH Hasyim Asy’ari mengatakan hubbul wathan minal iman,” ujar Kiai Said dalam Kenduri 1.001 Tumpeng Haul Bung Karno ke-48, yang digelar di Makam Bung Karno, Kota Blitar, Rabu (20/6).

Selain dihadiri calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Gus Ipul dan Mbak Puti, hadir juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan sejumlah ulama serta tokoh nasional seperti, seperti KH Nurul Huda Djazuli, KH Zainuddin Djazuli, KH Anwar Iskandar, KH Fuad Djazuli, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Anggota Dewan Pengarah BPIP, Mahfud MD, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkumham Yasonna Laoly, Menpora Imam Nahrawi, Menaker Hanif Dhakiri, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Menristek Mohamad Nasir dan Kepala BIN Budi Gunawan.

BACA JUGA: Penuh Haru dan Tangis, Anak Yatim Berdoa di Haul Bung Karno

Selain itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas juga hadir.

Kiai Said menjelaskan, salah satu bentuk nasionalisme Islam ala Bung Karno adalah adanya Menteri Penghubung Alim-Ulama saat pemerintahannya pada 1960-an. Menteri Penghubung Alim-Ulama ini berbeda dengan Menteri Agama.

BACA JUGA: Gus Ipul-Puti: Haul Bung Karno Perkuat Nahdliyin-Nasionalis

"Jadi betapa Bung Karno adalah seorang yang sangat-sangat religius. Sangat nasionalis dan sangat religius,” tegas Kiai Said.

Dia juga mengungkapkan alasan mengapa hubungan Bung Karno dengan para kiai begitu dekat. “Karena beliau yakin, punya keyakinan bahwa hanya bersatu dengan para ulama para santri negara ini bisa kuat. Tidak mungkin tantangan besar ditangani sendiri,” ujarnya.

“Tidak mungkin kaum nasionalis saja tanpa kalangan santri. Begitu juga santri saja, santri yo pake sendal, pake sarung gak mungkin itu mengemban amanat yang besar. Ini harus bersatu, dua-duanya nasinalis santri, santri nasionalis,” imbuhnya.

Kiai Said mengatakan, persatuan kalangan kaum santri dan nasionalis ini pula yang mewujudkan Islam Nusantara. “Islam yang menghormati budaya. Seperti hari ini, ini (peringatan haul) tidak ada di Timur Tengah. Di Arab gak ada opo haul iki?” ujarnya.

“Namun itulah Islam Nusantara yang lahir dari tokoh-tokoh Islam yang cerdas, ada tahlilnya ada fatihahnya ada tabur bunganya. Inilah Islam Nusantara,” pungkas Kiai Said. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Panwaslu dan Pendukung Puti Adu Mulut karena Baliho Soekarno


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler