Saiful Bahri Ditemukan Tewas dengan Pohon Besar di Atas Tubuhnya

Kamis, 09 Mei 2019 – 23:38 WIB
Jenazah korban setelah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Foto: kaltimpost/jpg

jpnn.com, SAMARINDA - Saiful Bahri, 50, ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan di sebuah kebun, Selasa (7/5) lalu. Jasadnya sudah membengkak. Bagian wajahnya tertimpa pohon yang berukurang lumayan besar.

Akibatnya, wajah Saiful sulit untuk bisa dikenali lagi. Warga dan relawan hanya bisa memastikan jika itu adalah Saiful dari ciri badan dan pakaian, serta perlengkapan yang dia bawa saat bekerja.

BACA JUGA: NAM Air Tambah Frekuensi Rute Samarinda - Banjarmasin

Selanjutnya, jasad penebang pohon itu dibawa menuju RSUD AW Sjahranie untuk menjalani visum guna penyelidikan pihak kepolisian. Dari informasi yang dihimpun media ini, istri Saiful bernama Wulandari (38), warga Berambai, Sempaja Utara, Samarinda Utara, cemas lantaran suaminya itu tidak kunjung pulang sejak Minggu (5/5) lalu.

BACA JUGA: Gunung Sinabung Erupsi, Abu Vulkanik Rusak Tanaman Warga Barusjahe

BACA JUGA: PPDB 2019: Di Luar Zonasi Porsi 10 Persen

Kepergian Saiful saat itu untuk bekerja memotong pohon di kebun milik M Taufik, 57. Lokasinya di KM 16, Desa Berambai, Samarinda Utara. Saat berangkat, Saiful mengendarai motor dan membawa 1 unit chainsaw dan sebilah parang.

Namun setelah 3 hari bekerja dan tak kunjung mendapat kabar, kecemasan Wulandari pun timbul. Khawatir terjadi sesuatu dengan suaminya. Ia pun selanjutnya menghubungi Taufik. Mendengar pertanyaan di mana suaminya, Taufik bingung.

BACA JUGA: Bawa Uang Rp 33,4 Juta dan 40 Formulir C6, Dari Mana Undangan Memilih Itu?

Saat terakhir bertemu Minggu pagi lalu, Saiful tampak sehat bugar. Saat itu Saiful bersedia bekerja menebang 10 pohon milih Taufik. Saiful dibayar Rp 75 Ribu per pohon. Bahkan, saat itu Saiful berkata akan menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu 2 jam.

"Wulandari tiba-tiba menghubungi saya dan menanyakan keberadaan Saiful yang tak kunjung pulang. Saya kaget, karena hari Minggu itu Saiful sendiri yang menjamin pekerjaannya selesai. Karena saya bilang ada undangan, saya tidak bisa membantu dan mengawasi. Uang bayaran saya selesaikan lebih dulu, Saiful bilang tinggal saja, sejam dua jam selesai. Ya, saya pikir sudah tidak ada masalah," kata Taufik, ditemui di RSUD AW Sjahranie.

Usai memastikan hilangnya Saiful, Taufik mengajak warga dan pihak keluarga menuju kebun yang dimaksud. Untuk bisa sampai ke kebun milik Taufik, warga harus berjalan kaki sejauh 2 km. karena memang tidak adan akses jalan bagi kendaraan.

"Kami ramai-ramai ke lokasi untuk mengecek keberadaan Saiful. Sampai di lokasi, Saiful akhirnya kami temukan sudah meninggal. Posisi terlentang. Di atas kepalanya ada kayu. Bisa jadi tertimpa kayu," ucap Taufik.

BACA JUGA: Bu Mega: Pendukung 01 dan 02 Tidak Perlu Ribut, Sudah ada yang Atur

Untuk bisa mengevakuasi jasad Saiful bukanlah perkara mudah. Kondisi jasad yang sudah membengkak dan medan cukup berat membuat warga dan relawan mengalami kesulitan. Jasad Saiful baru bisa dievakuasi malam harinya.

Kapolsek Sungai Pinang, Kompol Nono Rusaman melali Kanit Reskrim, Ipda Fahrudi mengatakan, saat mendapatkan informasi adanya penemuan mayat di KM 16, Berambai, pihaknya langsung menuju lokasi. "Jadi, korban bekerja di lahan milik Taufik sebagai penebang pohon. Diinformasikan korban ini tertimpa potongan kayu yang ditebangnya. Sehingga ini murni kecelakaan kerja," kata Fahrudi.

Pihak keluarga dan warga pun memastikan kematian Saiful karena kecelakaan kerja. Kayu yang menimpa wajahnya masih berlumuran darah. "Saiful tidak pulang selama 3 hari. Kemudian, saat dicek di lokasi penemuan Saiful sudah tidak bernyawa. Dan saat diperiksa juga tidak ada barang yang hilang. Kami temukan pada saku celananya sebuah kunci motor dan uang Rp 4 ribu. Sedangkan beberapa peralatan pemotong, ditemukan tak jauh dari jasad Saiful," pungkas Fahrudi. (kis/nha)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pak Lurah Digerebek AKBP Halomoan Tampubolon, Masih Menyangkal


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler