Saingi Tiongkok, Jokowi Minta Deregulasi Perdagangan Digital

Selasa, 27 September 2016 – 23:57 WIB
Presiden Joko Widodo dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: Biro Pers Istana

jpnn.com - JAKARTA--Presiden Joko Widodo perubahan regulasi untuk memperkuat industri perdagangan digital (e-commerce) nasional.

Menurutnya, potensi pasar e-commerce nasional sangat tinggi.

BACA JUGA: Vietnam Tolak Ekstradisi WNI Pelaku Perompakan, Begini Sikap Polri

Namun, belum ditperkuat aturan yang sesuai Akibatnya, perkembangan perdagangan digital Indonesia masih jauh tertinggal ketimbang negara lain. 

"Saya minta percepatan implementasi, karena kalau tidak segera dikejar,  kita akan tertinggal dari negara-negara sekitar kita," ujarnya dalam rapat terbatas tentang pengembangan ekonomi digital di Kantor Presiden, Jakarta. 

BACA JUGA: Jokowi Belum Puas untuk Satu Hal Ini

Selain merombak aturan, Jokowi juga memerintahkan agar para menterinya memfasilitasi kebutuhan para pelaku bisnis digital. Dia minta, permodalan pelaku bisnis tersebut difasilitasi.  

"Prioritaskan yang start up, fasilitasi supaya usaha mereka bisa tumbuh berkelanjutan," imbuhnya.

BACA JUGA: Petinggi TNI Ziarah ke Makam Bung Karno

Jokowi memaparkan, Indonesia memiliki 93.4 juta penduduk sebagai pasar utama pergadangan digital. Tapi, potensi tersebut belum digarap maksimal.

Total transaksi perdagangan digital pada 2014, kata Presiden, baru mencapai USD2,6 miliar dengan penetrasi 0,6 persen dari total transaksi legal.

"E-commerce dapat membantu 56 juta UMKM yang menyumbang sekitar 55 persen PDB, bandingkan dengan Tiongkok yang pengguna e-commerce telah mencapai 30 persen dan penyumbang peningkatan PDB sekitar 22 persen. Potensi pasar yang sangat besar ini," tegasnya.

Dia mengatakan, salah satu kunci utama kesuksesan perdagangan digital adalah infrastruktur internet.

Bila internet bisa dijangkau dengan mudah oleh masyarakat di seluruh Indonesia, menurut Jokowi, pengusaha di pelosok negeri pun bisa memasarkan produknya memanfaatkan layanan e-commerce

"Saya juga minta jangkauan infrastruktur telekomunikasi (internet). Bapak Menkominfo, ini (internet) yang diperlukan pelaku e-commerce. Kita juga harus membangun sistem platform logistik dunia dengan produk-produk yang berada di kampung-kampung dan desa-desa," tandasnya. 

Presiden berharap, Indonesia bisa menghasilkan perusahaan-perusahan raksasa di sektor e-commerce seperti Alibaba, asal Tingkok. 

Menurut Jokowi, kunci keberhasilan Alibaba adalah melihat peluang dari perkembangan teknologi informasi dan mempertemukan pembeli dengan produsen bermacam-macam produk sehingga bisa terjadi transaksi antara penjual dan pembeli meskipun terpisah jarak sangat jauh. (flo/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Soal Data E-KTP, Kemdagri Jamin Warga Tak Kehilangan Hak Pilih, Asal...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler