Salim Segaf Minta Pemerintah Menahan Hasrat Menaikkan Harga Barang Kebutuhan Rakyat

Kamis, 28 April 2022 – 19:35 WIB
Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al-Jufri di kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (28/4). Aristo/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Al Jufri meminta pemerintah bisa menahan hasrat menaikkan harga barang kebutuhan masyarakat, seperti bahan bakar minyak (BBM), setelah Idulfitri 2022 Hijriah nanti.

Dia mengatakan saat ini rakyat kecil masih terhimpit ekonomi karena pandemi Covid-19. Menurut Salim Segaf, hal itu juga mengakibatkan sulitnya mencari pekerjaan, serta naiknya harga berbagai kebutuhan pokok. 

BACA JUGA: Daging Sapi Tembus Rp 155 Ribu Per Kilogram, Simak Harga Sembako Hari Ini

“Kami merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat saat ini cukup memprihatinkan,” kata Salim Segaf saat membuka Posko Mudik Dr Salim di Kantor DPP PKS, Jakarta, Kamis (28/4). 

Mantan menteri sosial itu meminta pemerintah tidak menaikkan harga kebutuhan pokok, sampai masyarakat bisa meningkatkan kesejahteraannya. 

BACA JUGA: Harga Kebutuhan Pokok Meroket, Demokrat Ikut Merasakan Kepedihan Rakyat

"Kami tidak mengatakan untuk mempersilakan, tetapi timing-nya saat ini kurang tepat untuk menaikan (harga) kebutuhan masyarakat," ungkap Salim Segaf. 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal kenaikan harga Pertalite hingga gas melon.

BACA JUGA: Salim Segaf Menyoroti Peningkatan Angka Kemiskinan di Indonesia

Luhut Binsar mengatakan pemerintah akan melakukan perhitungan dengan cermat dan melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan tersebut.

Meski demikian, dia tak menjelaskan lebih lanjut soal rencana tersebut.

"Over all akan terjadi (kenaikan) nanti Pertamax, Pertalite. Kalau Premium, belum.  Gas yang tiga kilogram (akan naik). Jadi bertahap, 1 April, nanti Juli, September, itu nanti bertahap akan dilakukan oleh pemerintah," kata Luhut Binsar seusai meninjau Depo LRT Jabodebek di Jatimulya, Bekasi Timur, Jawa Barat, Jumat (1/4). (ast/jpnn)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler