Sampoerna Raup Rp 95,5 Triliun

Rabu, 08 Maret 2017 – 10:43 WIB
Ilustrasi. Foto: Radar Bromo/JPNN

jpnn.com - jpnn.com - H.M. Sampoerna (HMSP) mendulang laba bersih sejumlah Rp 12,76 triliun pada tahun lalu.

Raihan itu menanjak 23,16 persen dibandingkan periode sama 2015 di kisaran Rp 10,36 triliun.

BACA JUGA: Pemerintah Daerah Bisa Miliki Saham Freeport

Berdasar laporan keuangan perusahaan, laba kotor meningkat 9,6 persen menjadi Rp 23,85 triliun dari edisi sama 2015 di kisaran Rp 21,76 triliun.

Koleksi laba bersih itu didorong pertumbuhan pendapatan Rp 95,46 triliun.

BACA JUGA: Sri Mulyani Revisi Pajak Barang Mewah

Jumlah itu tumbuh 7,18 persen dari fase sama 2015 sebesar Rp 89,06 triliun.

Meski begitu, perusahaan mencatat lonjakan beban pokok penjualan.

BACA JUGA: Stabilkan Rupiah, BI Gandeng Korea dan Malaysia

Sepanjang periode itu, beban pokok penjualan naik 6,4 persen menjadi Rp 71,61 triliun dari edisi sama 2015 di level Rp 67,3 triliun.

Kemudian, beban pajak penghasilan naik 19,1 persen menjadi Rp 4,24 triliun dari periode sama 2015 di kisaran Rp 3,56 triliun.

Tak hanya itu, jumlah liabilitas atau kewajiban perusahaan juga naik 39,06 persen menjadi Rp 8,33 triliun dari posisi sebelumnya Rp 5,99 triliun.

Lonjakan beban dan liabilitas itu, perusahaan sukses menumbuhkan total aset menjadi Rp 42,5 triliun, naik 11,81 persen dari sebelumnya Rp 38,01 triliun.

Keputusan pemerintah menaikkan pajak pertambahan nilai (PPN) dan cukai hasil tembakau (CHT) diyakini tidak akan membuat kinerja emiten rokok besar turun hingga akhir 2017.

Beban baru dari dua instrumen fiskal itu akan ditutupi dengan menaikkan harga jual rokok untuk menjaga margin pendapatan.

”Industri rokok besar tetap tumbuh,” beber analis Panin Sekuritas Frederik Rasali.

Laba bersih HM Sampoerna dan Gudang Garam (GGRM) tidak bakal terpengaruh. Artinya, akan tumbuh meski industri rokok tengah dihadapkan pada dua tantangan itu.

Maklum, dua emiten itu cukup kuat dari sisi permodalan dan mengapling kapitalisasi pasar terbesar untuk emiten rokok.

”Mungkin regulasi itu berpengaruh pada Wismilak Inti Makmur (WIIM). Perusahaan rokok tidak tercatat akan terbebani dan saling berebut pangsa pasar,” tambahnya. (far)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tiket KA Lebaran 2017 Bisa Dibeli Mulai 17 Maret loh


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Sampoerna  

Terpopuler