Saran Psikolog agar Anak Tidak Mengalami Kebosanan & Stres di Masa Pandemi

Kamis, 30 September 2021 – 13:54 WIB
Webinar parenting yang digelar Faber-Castell bertema Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital, akhir pekan lalu. Foto: Faber-Castell

jpnn.com, JAKARTA - Psikolog dari Yayasan Heart of People.id Yohana Theresia, M.Psi mengatakan anak-anak merupakan salah satu kelompok di masyarakat yang paling terdampak pandemi COVID-19.

Dikatakan, berdasar sejumlah kasus yang ditemui dan hasil penelitian Soetikno, Agustina, Verauli, dan Tirta (2020), di masa pandemi ini terjadi peningkatan permasalahan perilaku dan masalah akibat stres.

BACA JUGA: Simak Pengalaman Penderita Demensia Alzheimer, Akibat Stres Pekerjaan

Masalah yang muncul antara lain menarik diri dari keramaian (withdrawal), gangguan somatik atau somatic symptom disorder (munculnya gejala dari tubuh akibat kecemasan yang berlebihan), agresi, dan depresi.

Yohana menjelaskan, kondisi ini tidak lebih dikarenakan beberapa faktor pencetus, seperti ruang bergerak yang terbatas, pendidikan berkualitas yang belum merata, orang tua yang sibuk, serta kondisi psikologi yang tidak stabil.

BACA JUGA: Mas Nadiem Minta Ortu tak Perlu Stres dengan Pelaksaan Asesmen Nasional

“Maka timbul cara instan yang banyak diambil orang tua untuk mengatasi hal tersebut dengan memberikan gawai kepada anak, padahal pemberian gawai bukannya tanpa dampak,” ujarnya dalam webinar parenting yang diadakan oleh Faber-Castell yang bertemakan "Soft Skill Apa yang Dibutuhkan di Era Digital”, akhir pekan lalu.

Memang, lanjutnya, gawai bisa memberikan kemudahan, informasi dan hiburan.

BACA JUGA: Menunggu Pengumuman Kelulusan PPPK 2021, Guru Honorer Merasa Dipermainkan Pejabat BKN

Namun gawai juga memiliki efek negatif, khususnya jika tanpa dibatasi waktu penggunaannya.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Straker, Leon M. & Howie, Erin K. (2016) dan Dr. John Hutton (2020), beberapa efek negatif dari gawai antara lain gangguan kesehatan fisik, terlambat bicara, masalah atensi dan konsentrasi, masalah pada executive function serta masalah perilaku.

“Oorang tua harus memilih permainan yang cocok bagi anak yang dibagi berdasarkan umur dan kebutuhannya. Permainan yang tepat juga sangat berguna untuk mendorong kreativitas bagi anak, di mana kreativitas sangatlah berguna bagi salah satu modal kesuksesan seseorang di mana depan,” terangnya.

Dia menyebut salah satu bentuk permainan yang disarankan ialah dalam bentuk explorasi permainan yang berbasis seni, seperti produk terbaru dari Faber-Castell, yakni Creative Art Series 2.

Produk Creative Art Series ini merupakan produk yang sangat memperhatikan kebutuhan anak khususnya di usia Sekolah Dasar dan PAUD.

“Karena di dalamnya terdapat mewarnai, membuat prakarya/craft, yang memadukan unsur pengembangan atas motorik kasar, sensorik, pengenalan warna, melatih konsentrasi, dan tentunya kreativitas,” papar Yohana.

Product Spv Faber-Castell International Indonesia Harsyal Rosidi mengatakan bahwa Produk Creative Art Series ke-2 merupakan kelanjutan produk Creative Art Series yang pertama kali diluncurkan pada tahun lalu.

Dia menjelaskan produk ini dikembangkan sesuai dengan melihat kondisi yang terjadi pada saat ini.

Creative Art Series II terdiri atas 4 produk, yakni Basketball Arcade, Glow in the Dark Clock, Colour Your Own Drawstring Bag, Finger Printing Art Set yang melengkapi edisi selumnya Stone Deco Art, Origami Fashion Design, Colour Your Own Tote Bag, Air Jet Sport Car, Make Your Own Kite dan 3D Frame Art.

“Dengan produk ini diharapkan akan memberikan kesempatan bagi orang tua dan anak untuk bisa meluangkan waktu bersama agar anak tidak mengalami kebosanan di masa pandemi,” terangnya. (esy/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Soetomo
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Psikologi   anak   Stres   Pandemi   Covid-19   depresi   bosan  

Terpopuler