Menunggu Pengumuman Kelulusan PPPK 2021, Guru Honorer Merasa Dipermainkan Pejabat BKN

Kamis, 30 September 2021 – 13:42 WIB
Massa honorer K2 saat berunjuk rasa menuntut diangkat menjadi PNS. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah guru honorer merasa perasaannya dipermainkan oleh kicauan salah satu pejabat Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Twitter.

Menurut Ketua Solidaritas Nasional Wiyatabakti Indonesia (SNWI) Sumatera Selatan Susi Maryani, mereka rutin memantau akun media sosial pejabat Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (KemenPAN-RB), dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Honorer Galau, Kepala BKN Merespons, Ada Kabar Gembira untuk PPPK

Tujuannya untuk mendapatkan informasi kapan pengumuman kelulusan PPPK guru tahap I.

Namun, dari sekian informasi tersebut yang paling intens memberikan informasi di medsos adalah akun @abiridwan2173 milik Kepala Pusat Pengembangan Sistem Seleksi (KPPSS) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan.

BACA JUGA: Kabar Gembira untuk PPPK, Seluruh Honorer K2 & Nonkategori Harus Tahu

Sejumlah konten unggahan di akun tersebut dinilai mempermainkan perasaan guru honorer.

Kepada JPNN.com, Ridwan mengungkapkan apa yang dituliskan di Twitter merupakan pendapat pribadinya, bukan institusi. 

BACA JUGA: Pengumuman Kelulusan PPPK Guru Tahap 1 Ditunda, Lebih Banyak Honorer Lulus

"Itu pendapat pribadi saya, bukan BKN," tegas Ridwan, Kamis (30/9).

Walaupun itu pendapat pribadi Ridwan, Susi dan rekan-rekannya tetap melihat pernyataan Ridwan sebagai indikasi arah kebijakan pemerintah.

"Memang itu bukan kebijakan resmi BKN tetapi isinya itu loh mempermainkan emosi honorer," kata Susi.

Senada itu Ketum Forum Guru Honorer Bersertifikasi Sekolah Negeri (FGHBSN) Nasional Rizki Safari Rakhmat mengatakan mereka menyebar jejaring untuk memantau semua isi medsos pejabat. Sama seperti Susi, Rizki juga suka kembang-kempis membaca isi-isi Twitter diakun milik Ridwan.

"Banyak yang terkecoh juga apalagi Pak Ridwan memberikan sinyal Jumat ada kejutan. Cuma kan Jumat ini banyak," terang Rizki.

Yang terbaru Ridwan dalam cuitannya menyinggung soal pengumuman. Katanya, "pengumuman asal kata pe-unum-an. Tapi karena banyak kemudahan afirmasi, kekhususan, privileges, maka bukan pengumunan. Diganti menjadi pengkhususan. Hahahaha."

"Twitt Pak Ridwan ini bikin gemes guru honorer," ujar Susi.

Cuitan Ridwan yang mengundang reaksi guru honorer adalah soal pilihan siapa yang harus diselamatkan.

">50, 5%, 7%, 10%? 

Mana yang akan Anda pilih ketika harus menyelamatkan ibu, anak atau istri? Tidak bisa menyelamatkan semua, harus pilih salah satu.

Itu yang membuat 'si bapak ini' tak nyaman tidur. Tiga hari, pusing tujuh keliling."

Sementara cuitan Ridwan lainnya yang dinilai guru honorer merasa dirinya hebat adalah:

"Bayangkan saja, mana ada alumni nuklir UGM yang jadi karo Humas, Direktur Infra IT, atau Kapus PPSS BKN?. Jika saya ikut seleksi ASN, saya adalah golongan anak yang tidak ada afirmasi apa pun."

Memang kata Susi, Ridwan itu seorang pejabat hebat, punya banyak passion, dan menjadi PNS tanpa afirmasi. Saking hebatnya sampai lupa kalau posisinya sekarang tidak lepas dari kontribusi guru.

"Jangan menyindir guru honorer, Pak. Jangan pula memberikan informasi yang membuat kami menebak sendiri. Ingat Pak Ridwan itu seorang pejabat di BKN," tegas Susi.

Sementara Rizki memilih menenangkan kawan-kawannya lewat video-video di Instagram maupun TikTok. Bagi dia itu cara terbaik sembari menunggu jadwal resmi dari Panselnas mengenai pengumuman kelulusan PPPK guru 2021 tahap I. (esy/jpnn)

 

 

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Soetomo
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler