Diingatkan James, dalam sejarah Anjungan Sumbar TMII, salah satu pertimbangan mendasar dijadikannya anjungan Sumbar yang semula berada di bawah kendali Kantor penghubung Pemprov Sumbar di Jakarta menjadi UPTD karena selama ini dinilai mampu dalam menjalankan fungsi-fungsinya sebagai jendela promosi Sumatera Barat khususnya dan Indonesia umumnya
BACA JUGA: Juli, Bandara Lombok Beroperasi
"Predikat ini jangan sampai turun setelah anjungan ini naik peringkat jadi UPTD."Terlebih setelah ditetapkannya Sumbar sebagai salah satu daerah tujuan wisata Indonesia oleh pemerintah
BACA JUGA: HIV/AIDS Capai 2.180 Penderita
Termasuk mempertahankan posisi penting Anjungan Sumbar di TMII iniDia juga meminta seluruh aparat Anjungan Sumbar untuk lebih terbuka dalam menerima saran dan masukan dari berbagai pihak
BACA JUGA: Sambungan Baru Dipatok Rp10 juta
"Serap seluruh masukan masyarakat secara optimal sebagai salah satu cara untuk membesarkan Anjungan Sumbar ini sebab anjungan ini sangat penting dan strategis dalam rangka membangun pariwisata budaya, alam dan seni di Sumbar."Untuk itu, lanjutnya, dalam menetapkan Kepala UPTD pertama ini, Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Sumbar telah melakukan seleksi ketat sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku"Saya tidak pernah memberikan jabatan kepada siapapun kecuali lolos standarisasi mutu dan syarat administrasi yang telah ditentukan," tegasnya.
Sebelumnya, Anjungan Sumbar di TMII telah ditetapkan sebagai UPTD terhitung 1 Januari 2010Pelantikan terhadap Kepala UPTD Anjungan Sumbar di TMII, Yusman telah dilakukan 17 Februari 2010 oleh Sekdaprov Sumbar H Firdaus K di PadangPara pejabat eselon IV yang dilantik hari ini terdiri dari Fauzla (Kasi Atraksi Budaya dan Seni), Iriani (Kasubag Tata Usaha) dan Virsye Dwi Rozanita (Kasi Promosi dan Informasi).(fas/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Hakim Diduga Peras Terdakwa Rp20 Juta
Redaktur : Tim Redaksi